Pasutri di Pulau Tengah Kerinci Kepergok Mencuri, Rumah Orang Tua Pelaku Dikepung dan Dilempari  Massa

oleh -
Pasutri terduga pelaku pencurian kulit manis saat diinterogasi warga.
Pasutri terduga pelaku pencurian kulit manis saat diinterogasi warga.

Jambipers.com, Kerinci – Pasangan Suami Istri (Pasutri) kedapatan sedang mencuri kulit manis di kawasan perladangan Tujuh Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci. Pasutri yang kedapatan mencuri tersebut atas nama Heri (35), warga Desa Koto Tuo Pulau Tengah dan istrinya bernama Marlina (35) asal Tanjung Pauh Hilir.

Terungkapnya aksi pencurian yang dilakukan pasangan suami istri tersebut membuat susasa di Pulau Tengah mencekam pada Kamis (30/12/2021) malam. Warga setempat beramai-ramai mendatangi kedua pelaku.

Rumah orang tua pelaku bahkan dikepung dan kaca rumah dilempari batu oleh massa. Situasi mencekam itu akhirnya kondusif kembali sekitar pukul 03:00 dini hari. Emosi warga perlahan mereda setelah kedua pelaku dibawa ke Polres Kerinci.

Adapun aksi pencurian yang dilancarkan pasangan pelaku suami istri ini terjadi di ladang kulit manis milik Asnawi (61), warga Koto Tuo Pulau Tengah. Kejadian pencurian itu berlangsung pada Rabu (29/12/2021) sekitar Pukul 14.00 WIB.

“ Mereka itu kedapatan sedang mencuri kulit manis di kebun warga di Desa Telago. Saat ketahuan, pelaku ini langsung kabur. Mereka berhasil membawa barang curian berupa kulit manis dan menjualnya ke salah satu pedagang di pasar,” ujar warga ketika ditanyai dalam aksi pengepungan rumah orang tua pelaku, Kamis (30/12/2021) malam.

Pada malam itu, warga setempat berhasil menginterogasi kedua pelaku. Pasutri itu tidak berkutik. Mereka secara terus terang mengakui perbuatannya. Mereka melakukan aksi pencurian itu dengan alasan sedang terhimpit masalah ekonomi.

“ Kami tidak punya uang dan beli kompor gas, saya terpaksa ikut suami ngambil (red-mencuri) kulit manis,” kata pelaku Marlina.

Tersangka Marlina mengakui aksi pencurian yang dilakukan secara bersama-sama dengan suaminya itu ketahuan oleh warga. Keduanya kemudian memilih kabur dan membawa kulit manis hasil curian untuk dijual ke pedagang.

“Karena ketahuan, kami langsung lari dan kulit manis tersebut kami jual ke pedagang,” kata Pasutri kepada warga sebelum diamankan kepolisian ke Polres Kerinci.

Sebelum Pasutri ini diamankan ke Polres Kerinci, situasi di Pulau Tengah sempat mencekam. Warga setempat selama ini ternyata telah resah dengan aksi pencurian kulit manis yang kerap terjadi di sana.

Terungkapnya aksi pencurian yang dilakukan Pasutri itu sontak membuat warga tersulut emosi. Situasi mendadak memanas. pihak Polsek Keliling Danau bersama anggota TNI yang berada di lokasi akhirnya memilih untuk menyelamatkan Pasutri pelaku pencurian itu di rumah orang tua pelaku Heri.

Rumah orang tua pelaku Heri pada malam itu langsung dikepung dan dilempari massa. Bahkan, untuk menyelamatkan dua pasutri ini, Kasdim Yusnaidi bersama Waka Polres Kerinci bersama anggota Polres turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi pelaku dari kepungan massa.

Kedua Pasutri itu kemudian dibawa sekitar pukul 00:03 WIB ke Polres Kerinci. Kedua pelaku itu dibawa secara langsung oleh Kapolsek bersama Tim Tungau Polres Kerinci yang juga turun langsung ke TKP.

Meski kedua pelaku telah diamankan, pihak dari warga Pulau Tengah tetap belum menerima sepenuhnya. Mereka mendesak pihak kepolisian agar menindak secara tegas penadah kulit manis hasil curian dari Pasutritersebut.(DIkin)

No More Posts Available.

No more pages to load.