HBA Reses ke Sejumlah Desa Terpencil di Merangin

oleh -

Jambipers.com, Bangko – Anggota Komisi V DPR RI yang juga mantan Gubernur Jambi periode 2010 -2015 Hasan Basri Agus (HBA), menggelar kegiatan reses ke sejumlah desa terpencil di Kabupaten Merangin.

Kegiatan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat itu berlangsung selama dua hari. Reses di awali pada Kamis (23/7/2020) pagi. HBA yang didampingi Wabup Merangin H Mashuri, turun memonitoring program bedah rumah di Desa Biuku Tanjung Kecamatan Bangko Barat. Selanjutnya HBA bersama Wabup langsung bertolak ke kawasan Jangkat.

Di Jangkat, Anggota Komisi V yang mengurusi bidang infrastruktur dan perhubungan ini meninjau kondisi inftrastruktur Objek Wisata Danau Depati Empat di Desa Rantau Kermas.

‘’Nanti pak bupati bisa mengusulkan pembangunan infrastruktur objek wisata ini ke pusat, selanjutnya saya bersama teman-teman di Komisi V DPR RI yang akan menggiring anggarannya di Dewan,’’ kata HBA.

HBA sangat kagum dengan panorama alam di kawasan Danau Depati Empat, yang tiada duanya. Indahnya alam Jangkat itu, bagikan segumpal tanah surga yang tercampak ke Bumi Kabupaten Merangin.

Perjalanan HBA dilanjutkan meninjau pondok pesantren yang berada di bantaran Danau Pauh. Di pondok pesantren itu, HBA menemukan ada salah satu pondok santri yang terbakar.

Pada kesempatan itu, HBA langsung memberikan bantuan seperti, kain sarung, masker dan rehap pondok. Pihak Pondok menyambut gembira atas bantuan yang memang sangat dibutuhkan para santri tersebut.

Pada Kamis malam (23/7/2020), HBA berdialog menampung aspirasi masyarakat pada acara yang berlangsung di Desa Madras Kecamatan Jangkat. Berbagai aspirasi masyarakat terus mengalir kepada pejabat yang telah dianggap putra asli Jangkat itu.

Jumat (24/7/2020) pagi, HBA yang kali ini didampingi Kadis PUPR Merangin Aspan, memantau pembangunan Irigasi di Desa Lubuk Pungguk Kecamatan Jangkat. Irigasi sepanjang 274 meter itu berfungsi mengaliri ratusan hektar sawah warga.

Selanjutnya HBA didampingi Bupati Merangin H Al Haris meluncur ke Desa Koto Rami, Kecamatan Lembah Masurai. HBA Bersama bupati diminta warga setempat untuk membuka Lubuk Larangan. Lubuk Larangan tersebut, sudah lima tahun belum dibuka sehingga ikan-ikannya cukup besar.(hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *