DPRD Kota Sungai Penuh Tinjau Lokasi TPA yang Disoal Warga Sungai Ning

oleh -
Ketua DPRD Sungai Penuh, H.Fajran.
Ketua DPRD Sungai Penuh, H.Fajran.

Jambipers.com, Sungai Penuh – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh meninjau lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Renah Padang Tinggi (RPT) pada Selasa (2/8/2022). Kegiatan peninjauan itu dilaksanakan dewan untuk menindaklanjuti aksi demo yang dilaksanakan masyarakat Sungai Ning sehari sebelumnya.

“Kehadiran kita hari ini di RPT untuk menindaklanjuti aksi masyarakat Desa Sungai Ning atas penolakan warga terhadap tempat pembuangan sampah skala kawasan Kota Sungai Penuh yang berada di RPT,” kata Ketua DPRD Sungai Penuh, H.Fajran.

“Kami juga meminta keterangan dari dinas terkait, seperti Dinas LH, dan PU Kota Sungai Penuh, segala sesuatunya menyangkut keberatan masyarakat Desa Sungai Ning atas keberadaan TPS skala kawasan ini sehingga nantinya DPRD tidak akan salah dalam mengambil keputusan nantinya,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Safriadi mengatakan lokasi tempat pembuangan sampah di RPT itu tidak layak.  Lokasi TPA berada dikemiringan sehingga suatu waktu dikhawatirkan akan longsor dan menyebabkan banjir bandang.

“Lokasi ini juga tidak memiliki Amdal, kami rasa jika dipaksakan juga untuk mengurus Amdal, dan kami juga yakin tidak akan keluar Amdalnya. Jadi kami dari Fraksi Hanura menolak tegas jika lokasi tempat pembuangan sampah di RPT ini dijadikan tempat pembuangan sampah skala kawasan Kota Sungai Penuh,” kata Safriadi

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh lainnya, Feri Satria mengatakan bahwa Fraksi Partai PKS dari awal tidak menyetujui lokasi tempat pembuangan sampah di RPT.

“Kami dari Fraksi PKS dan PKB sejak awal sudah tidak setuju jika lokasi ini dijadikan tempat pembuangan sampah Kota Sungai Penuh mengingat lokasi ini adalah lokasi yang sangat produktif untuk lokasi pertanian serta mengingat terlalu besar resiko yang akan terjadi dikemudian hari,” ujarnya.

Anggota DPRD dari Fraksi PPP, Andi Oktavian turut menambahkan kalau lokasi TPA yang berada di RPT sangat tidak layak dan apabila dipaksakan maka hal itu sama halnya dengan menanam bom waktu yang sewaktu waktu dapat menyebabkan bencana.

Plt Kadis LH Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut. Beliau hanya menjelaskan bahwa penetapan lokasi TPA di RPT telah melalui mekanisme rapat bersama dengan Forkopimda.

“Dasar dari penetapan lokasi TPA RPT ini atas dasar berita acara rapat Forkopimda Kota Sungai Penuh,” katanya singkat.(dikin)

No More Posts Available.

No more pages to load.