Jambipers.com, Muara Bulian – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief curhat ke Gubernur Jambi di momen Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke-65 pada Kamis (6/1/2022). Curhatan Muhammad Fadhil Arief ke Gubernur Jambi mengenai bidang pertanian supaya bisa mendongkrak perekonomian di Jambi.
Beberapa sektor pertanian yang dimaksud yakni perkebunan, tanaman pangan, peternakan, dan perikanan. Sektor-sektor tersebut diharapkan M.Fadil Arief agar dapat linier dengan kebutuhan masyarakat di Provinsi Jambi.
“Kita minta support dari Pemprov Jambi untuk bidang pertanian. Kita yakin dengan visi misi gubernur sudah masuk, tapi intervensinya akan lebih jelas untuk Kabupaten Batanghari,” kata Fadhil Arief.
Masalah pertanian di Provinsi Jambi khususnya terkait lahan, kata Fadhil, sudah mulai terbatas. Luas tanah tidak bertambah, sementara jumlah penduduk terus bertambah sehingga membuat tidak optimal. Apalagi jika datang investasi baru, maka kepemilikan lahan akan semakin berkurang.
“Bagaimana caranya lahan yang berkurang ini hasilnya tetap besar dengan mengoptimalkan produksinya, itu yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Fadhil menyebut saat ini masih banyak ditemui lahan yang dalam pengelolaannya kurang produktif. Misalnya sawah dengan luas satu hektar hanya mampu menghasilkan dua ton. Idealnya lahan satu itu mampu menghasilkan delapan ton.
“Saya juga mendapati kebun kelapa sawit masyarakat yang ditanam secara swadaya hanya menghasilkan tiga sampai lima kwintal dalam satu bulan per hektar. Ini juga belum optimal, yang seharusnya hasilnya itu tiga ton. Ini perlu solusi yang lebih komprehensif sehingga nanti kesejahteraan masyarakat memang linier dengan luasan lahan yang mereka miliki,” katanya.
“ Jangan sampai dengan luasan lahan lima hektare tapi hidup masyarakat tidak sejahtera, masih juga menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) karena hasilnya tidak optimal tadi,” tambahnya.
Bupati mengharapkan di bawah pimpinan Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi saat ini, sektor pertanian menjadi lebih baik dan lebih cepat serta lebih sinkron bersama pemerintah kabupaten/kota.
“Kita tahu regulasi memaksa rancangan yang dibuat kabupaten dan kota itu harus sinkron bersama Pemprov, tapi ini kan masih normatir. Tidak begitu linier dengan program-program yang ada. Kita yakin gubernur dan wakil gubernur bisa membuka ruang untuk itu,” ujarnya.
Orang nomor satu di Batanghari ini mengajak Pemprov Jambi dan kabupaten/kota bisa melangkah bersama dengan memainkan perannya masing-masing supaya bisa memaksimalkan perannya untuk kemajuan Provinsi Jambi.
“Kita yakin Jambi menjadi daerah yang meningkat kebahagiannya karena Jambi menjadi satu di antara tempat tinggal yang bahagia di Indonesai ini,” pungkasnya.(***)








