Tuntut Keadilan, Massa Geruduk Kantor Pengadilan Negeri Sengeti

oleh -
aksi demo di PN Sengeti.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com).
aksi demo di PN Sengeti.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com).

Jambipers.com, Muaro Jambi – Aksi unjuk rasa berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri Sengeti pada Kamis (6/1/ 2022) pagi. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sekelompok massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Hukum. Mereka hadir di sana untuk untuk menyuarakan dan menuntut keadilan terhadap proses hukum yang dijalani Beni Cs.

Massa menilai bahwa proses hukum yang menjerat terdakwa Beni Cs sarat dengan kejanggalan dan kepentingan pihak tertentu. Dengan alasan itu massa pendemo meminta agar pihak pengadilan yang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa Beni Cs dilaksanakan secara adil dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Selain itu, massa turut menuntut agar Pengadilan Negeri Sengeti menangguhkan penahanan Beni Cs. Masalahnya, perkara yang menjerat Beni Cs sebagai tersangka berkaitan erat dengan hak keperdataan. Bahkan, masalah hak keperdataan yang menjadi sengketa itu telah digugat dan telah memasuki tahapan persidangan di PN Sengeti.

” Kami meminta Beni Cs ini ditangguhkan penahanannya lantaran ada gugatan perdata yang juga diajukan terhadap tanah atau lokasi yang saat ini dalam objek sengketa,” kata Rojali, salah satu perwakilan dari Forum Masyarakat Peduli Hukum kepada jambipers.com, Kamis (6/1/2021).

Sejak Beni Cs ditetapkan sebagai tersangka, mereka tidak menjalani penahanan baik itu di tingkat kepolisian maupun kejaksaan. Namun, sejak berkasnya perkaranya dilimpahkan ke PN Sengeti, Beni Cs kemudian ditahan.

Pantauan di lapangan, sebelum unjuk rasa berlangsung, massa pendemo terlebih dahulu melaksanakan sholawat. Setelah proses itu massa kemudian berbaris secara rapi membentangkan poster tuntutan dan mengelar orasi.

Berselang beberapa saat melakukan orasi, Pihak Pengadilan Negeri Sengeti akhirnya hadir menemui massa pendemo. Humas Pengadilan Negeri Sengeti, Gabriel Lase datang mendengar secara langsung hal yang menjadi tuntutan pendemo.

Gabriel Lase kemudian berusaha memberikan penjelasan terkait duduk persoalan yang menjadi desakan dan tuntutan pendemo sesuai apa yang diketahui. Gabriel Lase menyebut bahwa untuk sementara ini belum ada keputusan atas kasus perdata maupun pidana yang sedang dijalani terdakwa Beni Cs.

” Memang saat ini ada dua perkara yakni pidana dan perdata. Namun, belum ada putusan terhadap Beni Cs, baik pidana maupun perdata. Untuk pidana, Senin kemarin baru saja digelar sidang perdananya. Sementara untuk perdata, saat ini dalam tahap jawaban,” jelas Gabriel Lase.

Gabriel Lase turut menjelaskan mengenai alasan pengadilan melakukan penahanan terhadap terdakwa Beni Cs. Penahanan itu dilakukan pengadilan atas dasar alasan subjektivitas sesuai ketentuan dalam KUHAP. Demikian juga terkait proses hukum pidana maupun perdata yang dijalani Beni Cs. Kedua proses hukum itu bisa berjalan beriringan dan tidak ada larangan.

” Jika ingin meminta penangguhan penahanan, silakan dilakukan sesuai norma hukum yang berlaku. Nah kalau terkait apakah ada kaitannya persoalan pidana dan perdata ini (untuk kasus ini), tentu harus kita lihat lagi nanti dalam proses persidangan. Itu nanti majelis hakim yang akan menilainya, ada keterkaitannya atau tidak,” katanya.

Terhadap penjelasan tersebut, Massa pendemo dan keluarga Beni Cs dapat menerimanya. Mereka akhirnya memutuskan untuk pamit dan meninggalkan PN Sengeti.

Sebelum meninggalkan PN Sengeti, Keluarga Beni Cs menceritakan kronologis perkara yang menjerat Beni Cs menjadi pesakitan. Kejadian itu berawal ketika Beni Cs memportal jalan umum yang diklaim sebagai miliknya. Jalan yang diportal itu berada di KM 68 Desa Awin Jaya, Kecamatan Sekernan.

“Sesuai segel yang dipegang oleh orang tua Beni, lokasi (Red-jalan umum) tersebut masih merupakan tanah mereka berdasarkan Segel tahun 1974. Lagi pula jalan itu bukan jalan umum. Karena sejauh ini belum ada bukti sahnya yang mengatakan itu jalan umum,” kata Rojali.

Lantaran aksinya memportal jalan umum tersebut, Beni Cs kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Kepolisian kemudian memproses Beni Cs dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Beni Cs dijerat mengunakan Pasal 192 KUHP tentang Pemblokiran Jalan Umum dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Penulis: Raden Hasan Efendi

No More Posts Available.

No more pages to load.