Penduduk Kabupaten Muaro Jambi Didominasi Kaum Laki-laki

oleh -
data penduduk Muaro Jambi.
data penduduk Muaro Jambi.

Jambipers.com, Muaro Jambi – Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Muaro Jambi mengalami peningkatan pada 2020 dibanding dengan setahun sebelumnya. Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilaksanakan pada September tahun lalu, jumlah penduduk Muaro Jambi pada 2020 tercatat sebanyak 402,017 Jiwa. Jumlah tersebut naik sekitar 33,962 jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk Muaro Jambi pada 2019 yang tercatat sebanyak 368,055 jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Muaro Jambi, Irna Afrianti saat dikonfirmasi membenarkan bahwa laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2020 mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 lalu. Ia menyebut, penduduk di Muaro Jambi rata-rata didominasi oleh kaum berjenis kelamin laki-laki.

” Iya benar, penduduk di Muaro Jambi lebih banyak laki-laki ketimbang perempuan,” kata Irna Afrianti kepada jambipers.com, Kamis (2/9/2021).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Muaro Jambi, Irna Afrianti

Irna menyampaikan, konsentrasi penduduk paling banyak berada di Kecamatan Sungai Gelam, sedangkan penduduk yang paling sedikit berada di KecamaTaman Rajo. ” Penduduk paling banyak berada di Kecamatan Sungai Gelam, kalau yang sedikit berada di Kecamatan Taman Rajo,” tegasnya.

Ibu tiga anak itu menyebut, dampak yang bisa ditimbulkan dengan adanya peningkatan penduduk ini beragam, ada dampak baik dan buruknya.

” Tentu ada dampak baik dan dampak buruknya. Asal dikendalikan dan tersedia kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, pendidikan dan pekerjaan maka semua akan aman,” jelasnya.

Irna menyampaikan, dampak baik yang bisa timbul dengan meningkatnya jumlah penduduk di Muaro jambi ini, Muaro Jambi bisa mempunyai sumber daya manusia yang mencukupi. ” Dampak baiknya, kita mempunyai sumber daya yang mencukupi untuk melakukan pembangunan, untuk menggerakkan perekonomian,” katanya.

Irna Afrianti menyebut, selain dampak baik tentu ada dampak buruk yang bisa terjadi dengan meningkatnya jumlah penduduk ini. Jika SDM ini tidak mendapatkan pendidikan yang layak, maka akan berpotensi menimbulkan sumber daya manusia yang kurang berkualitas.

“ Tentu akan berpengaruh ke segala hal, mulai dari sulit masuk ke pasar kerja, kalau pun masuk akan ada di sektor informal atau di jabatan yang tidak termasuk profesional,” katanya.

” Kemudian berlanjut pada penghasilan yang rendah dan muncullah kemiskinan. Pada akhirnya jika kemiskinan tidak terkendali, maka bisa timbul angka kriminalitas yang tinggi. Tetapi perlu diingat juga, bahwa sektor yang berpengaruh di Muaro Jambi adalah perkebunan. Sehingga bisa jadi SDM terserap banyak di sektor itu dan bisa bertahan,” pungkas perempuan kelahiran Surabaya itu.

Penulis: Raden Hasan Efendi

No More Posts Available.

No more pages to load.