Penduduk Miskin di Muaro Jambi Naik 0,7 Persen Akibat Pandemi

oleh -
Kepala Badan Pusat Statistik Muaro Jambi, Irna Afrianti.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com),
Kepala Badan Pusat Statistik Muaro Jambi, Irna Afrianti.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com),

Jambipers.com, Muaro Jambi – Angka kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi sepanjang dua tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), trend peningkatan angka kemiskinan di Bumi Berjuluk Sailun Salimbai ini terjadi sejak 2020.

Badan Pusat Statistik Muaro Jambi melaporkan bahwa pada 2020 angka kemiskinan di wilayah Muaro Jambi tercatat sebanyak 17.300 jiwa atau 3,83 persen penduduk yang terbilang miskin. Trend peningkatan angka kemiskinan kembali berlanjut setahun kemudian, dimana pada tahun 2021 angka kemiskinan di wilayah Muaro Jambi tercatat sebanyak 20.490 jiwa atau 4,53 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Muaro Jambi, Irna Afrianti menyampaikan, angka kemiskinan di Muaro Jambi sepanjang dua tahun terakhir memang mengalami peningkatan. Peningkatan itu sekitar 3.190 penduduk atau sekitar 0,7 persen.

” Iya benar, angka kemiskinan di Muaro Jambi mengalami kenaikan di tahun 2021,” kata Irna Afrianti kepada Jambipers.com, Selasa (11/1/2022).

Irna Afrianti mengatakan, terjadinya kenaikan jumlah penduduk miskin di Muaro Jambi itu kemungkinan disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19. Meski terjadi peningkatkan, Irna menyebut bahwa angka kemiskinan di Muaro Jambi termasuk dalam kategori terendah kedua untuk wilayah Provinsi Jambi.

” Kemungkinan kenaikan ini disebabkan oleh adanya penduduk yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini. Kalau dari sisi persentasinya kita dua terendah. Jadi, yang paling terendah penduduk miskinnya itu Kota Sungai Penuh kemudian baru Muaro Jambi,” katanya.

Ibu tiga anak itu menjelaskan, BPS menentukan angka kemiskinan melalui angka Survei Sosial Ekonomi Nasional dengan melihat dari faktor konsumsi pangan maupun non pangan. Indikator itulah yang dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan garis kemiskinan.

“Kalau untuk di Kabupaten Muaro Jambi, pada 2021 garis kemiskinan sekitar Rp.425.294 per kapita per bulan,” jelasnya.

Perempuan kelahiran Surabaya itu juga menyampaikan bahwa penduduk miskin itu adalah penduduk yang konsumsinya rendah dan hanya mampu memenuhi di bawah standar garis kemiskinan yang seharusnya.

“Jadi kita tidak melihat sampai ke ciri-ciri fisiknya, tetapi kita melihatnya dari sisi konsumsinya. Apakah sudah terpenuhi konsumsi dari setiap individu untuk kebutuhan dasar hidupnya itu,” tandasnya.

Penulis: Raden Hasan Efendi

No More Posts Available.

No more pages to load.