Kakek di Tanjab Timur Cabuli Anak Usia 6 Tahun

oleh -
Tersangka BD saat digiring anggota menuju sel Mapolres Tanjab Timur.(Foto:Kms)
Tersangka BD saat digiring anggota menuju sel Mapolres Tanjab Timur.(Foto:Kms)

Jambipers.com, Tanjabtim – Seorang anak perempuan berusia enam tahun menjadi korban pencabulan di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur. Aksi pencabulan itu dilakukan seorang kakek berusia 52 tahun berinisial BD alias Ceng.

Satreskrim Polres Tanjung Jabung Timur telah berhasil menangkap si kakek cabul tersebut. BD alias Ceng diringkus pada Minggu, 22 November 2020.  Kepolisian melakukan penangkapan setelah menerima pengaduan dari orang tua korban.

Baca Juga: Lelang Jabatan Kepala OPD Pemkab Muaro Jambi Diikuti 41 Peserta

Kapolres Tanjab Timur melalui Kasat Reskrim AKP Johan Cristy Silaen S. IK, membenarkan perihal penangkapan pelaku tindak pencabulan tersebut. Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana perlindungan anak atau melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

“ Tersangkanya sudah kita tangkap, Dan saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,” kata Kasat Reskrim AKP Johan Cristy Silaen S. IK saat dikonfirmasi Selasa (24/11/2020).

Adapun kronologis tindak pencabulan ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB pada 14 November 2020. Saat itu korban sedang bermain dengan teman-temannya. Tersangka lalu memanggil korban dan mengajak ke belakang rumah. Di lokasi itulah si korban mendapatkan tindakan pencabulan oleh tersangka.

Setelah melampiaskan aksi bejatnya kepada korban, tersangka sempat mengancam agar korban tidak membuka mulut. Dia mengajari korban supaya menyebut luka lebam pada kemaluan korban akibat terkena jok sepeda.

“ Kalau ada yang menanyakan, siapa pun, kamu harus bilang kena sepeda,” kata Kasat Reskrim AKP Johan Cristy menirukan ancaman dari tersangka.

Setelah peristiwa tersebut, tingkah laku korban berubah tidak seperti biasanya. Korban sering mengigau pada saat tidur malam. Orang tua korban pun menjadi cemas dan sempat beberapa kali menanyakan kondisi korban. Namun, korban masih bungkam.

“ Beberapa hari anak tersebut tidak mau mengaku karena takut ancaman tersangka,” ujarnya.

Setelah didesak dan dibujuk oleh orang tuanya, korban akhirnya mengaku kalau dia telah dicabuli tersangka BD. Kedua teman korban yang saat itu ikut bermain dengan korban turut membenarkan.

Melalui pengakuan itu, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjung Jabung Timur, dengan Nomor LP/B-42/XI/2020/Jambi/Res Tanjab Timur, Tanggal 17 November 2020.

Pengaduan itu lantas dipelajari dan didalami. Akhirnya anggota Reskrim Polres Tanjab Timur dibantu anggota Polsek Geragai melakukan penangkapan terhadap BD.

Tersangka BD yang berhasil ditangkap awalnya tidak mengakui perbuatannya. Setelah ditunjukkan hasil visum beserta alat bukti lain berupa saksi-saksi akhirnya tersangka BD mengakui perbuatannya.

“ Tersangka saat ini sudah kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut. Tersangka akan kita kenakan dengan pasal 76 E Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim AKP Johan Cristy Silaen S. IK.(kms)