Karyawan Rumah Makan Rudapaksa Anak Majikan

oleh -
Tersangka MS saat menjalani pemeriksaan di Polres Muaro Jambi.
Tersangka MS saat menjalani pemeriksaan di Polres Muaro Jambi.

Jambipers.com, Muaro Jambi – Seorang anak perempuan berusia 10 tahun menjadi korban rudapaksa di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Aksi rudapaksa itu dilakukan seorang laki-laki berusia 17 tahun berinisial MS.

Tersangka MS saat ini telah ditahan di Polres Muaro Jambi. MS ditangkap pihak kepolisian sekira pukul 18.45 WIB pada Kamis (5/11/2020). Penangkapan terhadap MS dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dugaan perkosaan dari pihak korban pada Selasa (3/11/2020).

Kapolres Muaro Jambi, AKBP Ardiyanto melalui Kasubag Humas, AKP Amradi membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana perkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Kumpeh Ulu.

“ Ya, laporannya ada dan tersangkanya sudah ditangkap pada Kamis 5 November 2020 kemarin,” kata AKP Amradi saat ditanyai Jambipers.com, Jumat (6/11/2020).

Amradi menjelaskan, berdasarkan laporan dari korban, aksi bejat yang dilakukan MS terjadi pada 23 Oktober 2020 sekitar pukul 11.30 WIB. Korban dirudapaksa pelaku di sebuah kamar rumah tempat tinggal korban yang berada di Kecamatan Kumpeh Ulu.

Kamar yang menjadi TKP perkosaan itu berada di lantai II. Kebetulan rumah tempat tinggal korban berbentuk Ruko. Lantai I digunakan untuk usaha rumah makan.

Baca Juga: Menghilang Tanpa Kabar, Mayat Pelaut Ditemukan Mengambang di Sungai Batang Hari

Kejadian perkosaan itu berawal ketika korban pulang dari bermain bola. Korban yang masih kelelahan memilih duduk di Lantai I. Pelaku kemudian mengajak korban naik ke lantai II, tetapi mendapat penolakan.

Pelaku MS akhirnya memaksa menarik tangan korban dan membawanya ke salah satu kamar yang ada di lantai II. Di dalam kamar itulah korban dirudapaksa oleh pelaku.

“ Korban itu baru pulang dari main bola. Saat duduk di lantai satu, korban diajak ke lantai atas. Korban sudah menolak tetapi pelaku melototin dan menarik paksa korban. Korban akhirnya dibawa ke kamar dan dirudapaksa di dalam kamar itu,” kata Amradi.

Tersangka MS ini sebenarnya merupakan karyawan dari orang tua korban. Sehari-hari tersangka MS berperan membantu orang tua korban mengurus usaha warung nasi.

Amradi menyebut, kasus dugaan perkosaan ini tidak langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Pihak korban baru melaporkan kejadian itu pada Selasa (3/11/2020).

“ Setelah masuk laporan, baru dilakukan penangkapan. Tersangka sendiri ditangkap tanpa perlawanan,” ujarnya.

Tersangka MS sendiri akan dijerat dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Adapun barang bukti yang telah diamankan dalam perkara ini berupa satu helai baju kaos lengan pendek warna merah, satu helai miniset warna hitam corak bunga, satu helai celana dalam warna peach dan satu helai celana pendek warna hitam.

Penulis: Raden Hasan Efendi