Jambipers.com, Muaro Jambi – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Muaro Jambi mengalami penambahan sebanyak satu kasus pada Rabu (26/8/2020). Dengan adanya penambahan kasus tersebut maka secara kumulatif pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Muaro Jambi menjadi sebanyak 25 pasien.
” Iya, ada penambahan satu orang, sehingga secara kumulatif ada 25 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Muaro Jambi,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Yes Isman saat ditanyai jambipers.com di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2020).
Pasien terbaru tersebut dinamakan pasien 25 untuk Kabupaten Muaro Jambi. Pasien ini merupakan laki-laki berusia 38 tahun dengan inisial FH.
” Pasien FH ini asal Kecamatan Mestong, riwayat perjalanannya dari Palembang,” kata Yes Isman.
Yes mengatakan, pasien berinisial FH saat ini telah dirawat di rumah sakit Bhayangkara. Petugas dari Dinkes telah diturunkan untuk melaksanakan tracking ke keluarga dan tempat kerja pasien FH.
” Untuk trackingnya hari ini dilaksanakan petugas ke keluarga maupun ke tempat kerjanya,” ujarnya.
Yes menyampaikan bahwa hasil tracking dan penelusuran kontak yang dilakukan petugas Dinkes Muaro Jambi terdapat spesimen tunggu sebanyak 18 spesimen. Sesuai rencana pada hari ini, Kamis (27/8/2020), ada sebanyak 6 spesimen yang akan dikirim sehingga total keseluruhan menjadi 24 spesimen.
” Jadi totalnya ada sebanyak 24 spesimen yang kita kirim menunggu hasil,” katanya.
Yes menjelaskan, dari 25 pasien positif Covid-19 di Muaro Jambi sebanyak 15 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara 10 pasien Covid-19 lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit termasuk pasien terbaru berinisial FH.
” Jadi sebanyak 15 pasien sembuh, 10 pasien dirawat di rumah sakit dan satu kasus meninggal dunia yang di Jaluko,” ujarnya.
Para pasien terkonfirmasi Covid-19 tersebut mayoritas dirawat di Rumah Sakit Umum Ahmad Ripin, Sengeti. Hanya dua pasien di antaranya yang di rawat di luar Muaro Jambi.
” Dari 10 pasien Covid-19 yang dirawat tersebut, sebanyak 8 orang dirawat di Rumah Sakit Ahmad Ripin, satu pasien dirawat di Siloam dan satunya lagi di RS Bhayangkara,” sebutnya.
Yes mengatakan, masih terjadinya penambahan kasus Covid-19 di Muaro Jambi tidak luput dari situasi adaptasi kebiasaan baru. Yang mana dalam proses adaptasi ini orang-orang telah mulai bebas beraktivitas meskipun beberapa kegiatan dibatasi atau harus mendapat izin dari gugus tugas.
” Kalau melihat dari beberapa kasus yang terjadi di Muaro Jambi belakangan ini, rata-rata mereka ini melakukan perjalanan dari luar. Ada yang dari Bandung sebanyak tiga orang dan yang terakhir ini dari Palembang,” katanya.
Mencermati situasi tersebut, Yes Isman mengimbau agar setiap warga Muaro Jambi yang bepergian ke luar daerah (zona merah) dapat segera melapor dan memeriksakan diri. Bagi mereka yang tidak bersedia melapor, diharapkan adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkan warga atau tetangganya tersebut ke Puskesmas terdekat.
” Bagi warga kita yang pulang bepergian dari luar daerah, kita minta segera melapor dan memeriksakan diri untuk rapid test. Kalau tidak melapor, kita minta masyarakat yang melaporkan. Seperti contoh yang di Taman Rajo. Ada tiga orang yang pulang dari Bandung dan terkonfirmasi positif Covid-19. Yang melaporkan itu pihak RT-nya,” ujarnya.
Yes Isman tidak lupa mengimbau agar seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Masyarakat diminta untuk selalu memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan pada sumber air yang mengalir.
Penulis: Raden Hasan Efendi






