Hadapi Covid-19, Masyarakat Diimbau Terapkan Hidup Normal yang Baru

oleh -108 views
Jubir Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (ist)
Jubir Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (ist)

Jambipers.com, Jakarta – Situasi saat ini belum normal. Dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat. Seluruh dunia bahkan telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti dulu kala. Diperlukan cara pandang baru sebagai bagian dari adaptasi terhadap Covid-19.

“ Seluruh dunia pun juga sudah mengakui bahwa kita semua tidak akan bisa kembali ke kondisi normal seperti jaman dulu lagi sebelum ada pandemi Covid-19,” kata Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dalam keterangannya di Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) sore.

Menurut Yuri, harus ada paradigma baru dalam melawan Covid-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari Covid-19.

“ Upaya normal yang baru ditujukan untuk memutus ini semua, kita sadari penyakit ini disebabkan oleh virus. Yang kemudian menyebabkan gangguan pernafasan,” ujar Yuri.

Imbauan pemerintah ini sejalan dengan masih tingginya angka penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Hingga 24 Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif sebanyak 22.271 orang, jumlah kasus sembuh 5.402 dan jumlah kasus meninggal 1.372. Adapaun wilayah terdampak meluas hingga 404 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

“ Pekerjaan kita masih cukup berat, karena kami masih melakukan pemantauan diseluruh wilayah tanah air ini pada orang-orang yang perlu kita pantau sebanyak 42.551,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11.389 orang. Pihaknya mengimbau bahwa proses penularan masih terjadi, sumber penularan masih ada di tengah masyarakat. Ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang Covid-19.

“ Kita tidak bisa bergerak sendiri, kami berharap keluarga adalah basis perubahan perilaku secara mendasar. Mari jadikan keluarga kita keluarga yang aman dan terlindungi, sehingga kita bisa melindungi keluarga, orang lain, dan bangsa Indonesia,” ujarnya.(red)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *