Tidak Makan dan Bicara di Kendaraan Umum Cegah Penyebaran Covid

oleh -
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto

Jambipers.com, Jakarta – Juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas seperti makan, minum maupun berbicara selama berada di kendaraan umum. Larangan ini bertujuan untuk mencegah percikan droplet saat berbicara, batuk maupun bersin.

“ Jangan berbicara, jangan makan, jangan minum di dalam kendaraan umum, karena ini akan membuat kita menjadi lengah, apabila kita harus berbicara dengan orang lain tetap jaga jarak dan tidak berusaha mendekat ke arah orang yang kita ajak bicara, gunakan masker,” kata Yuri saat meberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/7/2020) sore.

Yuri mengatakan, masih banyak masyarakat yang abai menerapkan protokol kesehatan dengan melepas masker saat berbicara dengan kolega maupun rekan kerja dengan dalih saling mengenal satu sama lain. Ketidakdisiplinan inilah yang menjadi penyebab masih tingginya kasus positif di Indonesia.

“ Kita harus meyakini bahwa menggunakan masker harus dilakukan sekalipun kita merasa berada orang-orang yang sudah kita kenal seperti kolega taupun rekan kerja, tetap gunakan masker karena kesalahan justru terjadi di tempat yang seperti itu. Kita tidak tahu siapa yang terkena dan membawa virus itu disekitar kita,”ujarnya.

Yuri kembali mengingatkan agar protokol kesehatan dijalankan dengan semaksimal mungkin dengan menggunakan masker dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak aman 1-2 meter dengan orang lain serta hindari kerumunan.

Perkembangan Kasus Covid-19

Untuk diketahui, per tanggal 13 Juli 2020, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 1.282 kasus. Dengan adanya penambahan tersebut maka total kasus positif Covid-19 menjadi 76.981 orang. Penambahan kasus tersebut didapatkan dari pemeriksaan specimen sebanyak 13.100, total specimen yang diperiksa hingga saat ini menjadi 1.074.467.

“ DKI Jakarta melaporkan 281 kasus baru, Jawa Timur 219 kasus baru, Sulawesi Selatan 124 kasus baru, Jawa Tengah 100 kasus baru, Papua 98 kasus baru, Jawa Barat 83 kasus baru,” kata Achmad Yurianto dalam keteranganya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Sementara itu, Yuri menyebutkan ada 19 provinsi yang hari ini melaporkan kasus baru di bawah 10, dan 9 provinsi tidak ada kasus baru diantaranya Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Nusa Tenggara Tenggara Timur.

“ Kasus sembuh bertambah 1.051 orang sehingga totalnya menjadi 36.689 orang, 50 orang dilaporkan meninggal hari ini totalnya menjadi 3.656,” kata Yuri.(red)