Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Merupakan Rekor Tertinggi

oleh -322 views
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto

Jambipers.com, Jakarta – Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 993 kasus pada Sabtu (6/6/2020). Penambahan kasus tersebut merupakan rekor tertinggi sejak kasus positif Covid-19 pertama di tanah air dilaporkan pada Senin tanggal 2 Maret 2020.

Angka peningkatan kasus positif yang cukup tinggi sempat terjadi pada 21 Mei 2020 sebanyak 973 kasus dan 23 Mei 2020 sebanyak 949 kasus. Namun, angka peningkatan tersebut masih jauh penambahan kasus yang terjadi pada hari ini sebanyak 993 kasus.

“ Hari ini, penambahan kasus positif meningkat sebanyak 993 kasus. Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 30.514 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto, Sabtu (6/6/2020).

Achmad Yurianto menyampaikan, kenaikan tertinggi pada hari ini didapatkan dari pemeriksaan di Jawa Timur sebanyak 286 kasus. Kemudian DKI Jakarta sebanyak 104 kasus yang sebagian berasal dari tracing yang secara agresif dan dari Pekerja Migran Indonesia yang masuk melalui Soekarno-Hatta.

“ Papua 87 orang, Sulawesi Utara 79 orang, Sumatera Utara 68 orang dan provinsi lainnya,” kata Yuri.

Penambahan juga terjadi pada kasus sembuh yakni 464 orang sehingga total pasien sembuh 9.907. Kasus meninggal bertambah 31 sehingga total menjadi 1.801 orang. “ Wilayah terdampak di 421 kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya.

Yuri menekankan, kenaikan ini harus disikapi secara bijak dengan terus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Seperti diketahui bahwa Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang menular melalui percikan droplet baik saat batuk maupun bersin.

Data yang dimiliki pemerintah, sebaran droplet sejauh 1 meter dan dapat menempel pada benda sekitar. Mereka yang berjarak kurang dari 1 meter dan memegang benda yang terpapar droplet kemudian tangan yang sudah tercemar menyentuh area wajah, sangat memungkinkan terjadinya penularan.

“ Mari kita merubah cara hidup kita agar lebih sehat dan lebih aman agar bisa terhindar dari kemungkinan penularan, mari kita menjaga jarak setidaknya lebih dari 1,5 meter, ini penting karena kita tidak pernah tahu siapa yang sakit dan sehat,” katanya.

Yuri turut menyampaikan, dari data yang dihimpun, pasien positif Covid-19 hampir 80 persen diantaranya tidak memiliki gejala apapun sehingga yang bersangkutan merasa baik-baik. “ Inilah yang menjadi risiko terbesar dari sumber penularan,” ujar Yuri.

Selain menjaga jarak, Yuri menekankan agar masyarakat turut membudayakan kebiasaan menggunakan masker dengan benar saat keluar rumah, saling mengingatkan pada masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan, rutin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“ Kebiasaan ini bukan hanya kita gunakan di rumah, sekitar rumah tetapi dimanapun, oleh karena itu dengan cara seperti ini kita akan tetap aman. Karena tugas kita saat ini adalah tetap aman dan produktif,” kata Achmad Yurianto.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *