Jambipers.com, Kerinci – KPU Kabupaten Kerinci menggelar rapat pleno pemutakhiran data daftar pemilih sementara (DPS) pemilu 2024, Rabu (5/4/2023). Rapat pleno yang berlangsung secara terbuka tersebut digelar di Hotel Mahkota dan dihadiri Bawaslu Kabupaten Kerinci beserta seluruh PPK.
Adapun hasil pleno KPU Kabupaten Kerinci menetapkan bahwa jumlah TPS se-Kabupaten Kerinci sebanyak 849 TPS yang tersebar di 18 kecamatan dan 287 Desa. sementara untuk jumlah daftar pemilih sementara (DPS) di Kabupaten Kerinci ditetapkan sebanyak 198.386 pemilih.
Ketua KPU Kabupaten Kerinci, Kumaini, mengatakan proses pemuktahiran data pemilih sudah dimulai sejak akhir 2022. “Alhamdulillah pleno DPS berjalan dengan lancar menetapkan jumlah daftar pemilih sementara di Kabupaten Kerinci sebanyak 198.386 pemilih,” ujar Ketua KPU Kumaini.
Lebih lanjut, Ketua KPU Kumaini juga menyampaikan bahwa Jumlah TPS se Kabupaten Kerinci turut ditetapkan pada rapat pleno terbuka tersebut. Jumlah TPS yang ditetapkan sebanyak 849 TPS yang tersebar do 18 kecamatan dan 287 Desa.
“Sebelumnya telah dilakukan pemetaan terhadap tempat pemungutan suara (TPS), jumlah TPS Sebanyak 849 di Kabupaten Kerinci di 18 Kecamatan, 287 desa,” katanya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kerinci, Zamhuri menyatakan mengapresiasi Pleno DPS Kabupaten. “Bawaslu sangat mengapresiasi kegiatan kemarin. Tinggal kita mengawal kedepannya sehingga hak hak pilih warga negara benar benar tersalurkan dan aturan aturan Pemilu benar benar bisa ditegakkan,” ujar Zamhuri, saat dihubungi, Kamis, (6/4/2023).
Ditambahkannya lagi, pihak Bawaslu akan selalu mengawasi semua tahapan secara maksimal sehingga tujuan Pemilu nanti bisa terwujud. “Bawaslu akan selalu mengawasi semaksimal mungkin dengan menegakkan asas Pemilu yang kita kenal dengan Luber Jurdil (Langsung, umum, bebas, Rahasia, jujur dan adil). Mari sama-sama ikut berpartisipasi agar asas Pemilu benar benar diterapkan, dan begitu pula dengan prinsip Pemilu yakni : Mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif dan efisien bisa teraktualisasi di lapangan,” katanya.(kin)







