Bencana Longsor di Desa Pulau Kayu Aro Makin Mengkhawatirkan, BWSS VI Janji Bangun Turap

oleh -
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata saat meninjau lokasi bencana longsor di sempadan sungai Desa Pulau Kayu Aro.(Foto:Raden Hasan Efendi Jambipers.com).
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata saat meninjau lokasi bencana longsor di sempadan sungai Desa Pulau Kayu Aro.(Foto:Raden Hasan Efendi Jambipers.com).

Jambipers.com, Muaro Jambi – Sempadan Sungai Batang Hari di Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi, saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Peristiwa erosi aliran sungai yang kerap terjadi di lokasi telah membuat kondisi sempadan sungai benar-benar menghawatirkan. Pengikisan tanah pada tebing sungai tersebut kian hari sudah semakin mendekati permukiman dan lahan persawahan warga setempat.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata yang menerima laporan terkait situasi yang membahayakan tersebut langsung turun ke Desa Pulau Kayu Aro, pada Selasa (4/1/2021). Ivan Wirata meninjau secara langsung kondisi sempadan sungai yang mengalami longsor tersebut bersama-sama dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI dan pihak pemerintah desa setempat.

Sekretaris Desa Pulau Kayu Aro, Ricky Aresta menjelasakan bahwa sebelumnya di sempadan sungai yang terkena bencana longsor tersebut sempat dibangun turap penyangga. Namun, peristiwa erosi telah membuat turap tersebut rusak sehingga tidak mampu lagi untuk melindungi sempadan sungai. Sementara bencana longsor rutin terjadi di lokasi sehingga semakin dekat dengan pemukiman dan lahan sawah warga.

“Saat ini longsor di wilayah ini terus terjadi, apalagi saat memasuki musim penghujan, untuk mengatasi hal tersebut kami pemerintah desa bersama anggota DPRD provinsi Jambi pak Ivan Wirata dan perwakilan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera melihat lokasi dan tentunya akan berupaya untuk membangun turap penyangga di lokasi ini,” kata Ricky Aresta kepada jambipers.com, Selasa (4/1/2021).

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata saat meninjau lokasi longsor menyampaikan bahwa dirinya bersama pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera sudah berkoordinasi untuk melakukan pembangunan turap penyangga di wilayah Desa Pulau Kayu Aro ini. Pembangunan turap tersebut mutlak harus dilaksanakan mengingat kondisi longsor yang terjadi di Desa Pulau Kayu Aro sudah membahayakan masyarakat dan mengancam lahan pertanian sawah milik warga setempat.

” Kalau saya lihat, pergerakan tanah ini satu tahunnya dua setengah meter. Jadi, untuk menindaklanjuti itu saya minta dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera dan pihak PUPR Provinsi Jambi untuk segera mencarikan solusinya. Ini menjadi prioritas untuk dibangun turap,” kata Ivan Wirata.

Perwakilan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Eris dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya akan segera merealisasikan pembangunan turap di sempadan sungai yang terkena longsor. Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, pihaknya akan segera membuatkan desain bangunan turap sesuai kondisi daerah setempat.

” Kepada seluruh masyarakat setempat kami minta agar mendukung dan sama sama mengawasi saat pelaksanaan pembangunan turap nantinya. Sementara itu, kita akan membuat desainnya sesuai dengan kondisi dan struktur tanah yang berada di sempadan sungai di wilayah ini,” katanya.

Penulis: Raden Hasan Efendi

 

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.