Tumpukan Sampah Kembali Menggunung di TPS Desa Koto Dian Pulau Tengah

oleh -
Sampah berserakan di TPS Koto Dian Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau.
Sampah berserakan di TPS Koto Dian Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau.

Jambipers.com, Kerinci – Sampah kembali menumpuk dan berserakan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Desa Koto Dian Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau. Tumpukan sampah terlihat menggunung seakan tidak pernah diangkut oleh dinas terkait.

Pantauan di lokasi, Rabu (15/9/2021), tumpukan sampah di TPS Koto Dian sudah melimpah. Dua tong sampah yang disediakan di pinggir jalan Provinsi Jambi itu terlihat sudah tidak mampu menampung sampah-sampah yang ada di lokasi.

Tumpukan sampah itu terdiri dari sampah plastik, kertas dan daun-daunan. Bahkan ada juga bangkai hewan yang dibuang di lokasi sehingga menimbulkan bau menyengat. Tumpukan sampah itupun menjadi tempat bersarangnya lalat, nyamuk dan binatang lainnya.

Tumpukan sampah yang menggunung itu ternyata telah mengundang keresahan bagi warga yang berdomilisi di sekitar TPS khususnya Warga Desa Koto Dian Pulau Tengah dan Desa  Telago Pulau Tengah. Masyarakat dua desa itu merasa sangat terganggu dengan kondisi sampah yang menumpuk dan berserakan tersebut.

Salah satu warga Pulau Tengah, Hartono mengatakan bahwa dirinya bersama warga desa lainnya merasa sangat terganggu dengan adanya tumpukan sampah di TPS Desa Koto Dian. Tumpukan sampah itu, kata Hartono, telah menimbulkan bau tidak sedap, kerumunan lalat, dan sangat rentan menimbulkan penyakit.

“ Sampah itu lebih kurang satu bulan tidak diambil oleh petugas kebersihan. Tentu sangat meresahkan,  di samping menimbulkan bau tidak sedap juga banyak dikerumuni lalat dan berbau busuk sehingga masyarakat yang lewat TPS akan rentan terkena penyakit,” kata Hartono kepada Jambipers.com, Rabu (15/9/2021).

Hartono dalam kesempatan itu mendesak supaya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci segera membereskan sampah-sampah yang menumpuk itu agar warga dapat terhindar dari serangan bau busuk maupun ancaman penyakit.

“ Kami minta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci segera mengangkut sampah tersebut. Kalau tidak, bisa berakibat fatal bagi warga sekitar,” ujarnya .

Hartono menambahkan bahwa fenomena penumpukan sampah di TPS Koto Dian sudah sering terjadi. Penumpukan sampah tersebut tidak hanya terjadi pada minggu-minggu terakhir ini, tetapi sudah sering kali terjadi.

“Dulu DLH menyalahkan warga karena terlambat membuang sampah. Setelah petugas datang baru dibuang, tapi sekarang setelah masyarakat mengikuti aturan tersebut tetap saja DLH lamban mengangkat sampah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Askar Jaya ketika dikonfirmasi terkait masalah tumpukan sampah tersebut melontarkan alasan bahwa pihaknya belum mampu sepenuhnya mengangkut tumpukan sampah tersebut karena keterbatasan anggaran.

“Anggaran kita tidak memadai untuk rutin mengangkut setiap hari, selain biaya operasional, honor petugas juga harus kita bayarkan,” kata Askar. (dikin)

No More Posts Available.

No more pages to load.