Jembatan Intake Perumda Tirta Muaro Jambi Unit Metro Mendalo Terancam Roboh

oleh -
Foto jembatan intake Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muaro Jambi yang berada di bibir Sungai Batanghari, Desa Mendalo Laut, Kecamatan Jaluko.
Foto jembatan intake Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muaro Jambi yang berada di bibir Sungai Batanghari, Desa Mendalo Laut, Kecamatan Jaluko.

Jambipers.com, Muaro Jambi –  Jembatan intake Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muaro Jambi yang berada di bibir Sungai Batanghari, Desa Mendalo Laut, Kecamatan Jaluko, sudah layak untuk diganti. Bangunan yang berfungsi menyedot air baku itu telah lama miring dan dikhawatirkan dalam beberapa waktu ke depan bakal roboh.

” Intake di Desa Mendalo Laut itu memang sudah sangat layak diganti. Jembatan intake itu sudah miring,” kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Muaro Jambi, Budi Mulia saat dikonfirmasi, Rabu (4/8/2021).

Budi Mulia mengatakan, bangunan intake yang berada di Desa Mendalo Laut, dibangun tahun 2012 silam. Bangunan itu awalnya berdiri kokoh dan baru beberapa tahun belakangan ini tiang jembatan intake terlihat miring.

Tiang mengalami kemiringan karena tanah di sekitar tiang intake secara terus menerus tergerus arus air sungai. Tanah yang berfungsi menahan tiang intake itu pun tinggal sedikit sehingga kalau tidak cepat ditanggulangi maka kemungkinan besar akan roboh.

” Itu pengaruh dari arus Sungai Batanghari yang kadang arusnya sangat deras. Secara perlahan tiang itu ikut bergeser sehingga kondisinya saat ini menjadi miring,” kata Budi Mulia.

Budi Mulia menjelaskan, Perumda Tirta Muaro Jambi sudah melaporkan kondisi jembatan intake tersebut ke pemerintah pusat. Bahkan, Bupati Muaro Jambi telah melayangkan surat resmi Kementrian PUPR agar membantu mengatasi permasalahan tersebut.

” Kita bersama ibu bupati telah berjuang ke pusat agar jembatan intake itu diperhatikan. Harapan kita tentunya bisa dibangun dengan yang baru,” ujarnya.

Budi menyebut, bangunan intake ini memiliki peranan vital bagi masyarakat Kecamatan Jambi Luar Kota. Intake ini berfungsi menyalurkan air kepada lebih dari 7.500 pelanggan di Unit Perumda Metro Mendalo.

” Sebanyak lebih 7.500 pelanggan di Unit Mendalo bergantung dengan intake di Desa Mendalo Laut ini. Kalau intake itu roboh, maka aliran air ke seluruh pelanggan di Unit Mendalo akan berhenti total,” ujar Budi Mulia.

Pantauan di lokasi, Jembatan intake Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Muaro Jambi yang berada di Unit Metro Mendalo memang cukup memprihatinkan. Kondisi jembatan intake penyedot bahan baku air yang dikelola oleh Perumda Tirta Muaro Jambi tersebut sudah miring dan nyaris roboh. Hal ini disebabkan karena tanah yang berada di bawah jembatan telah mengalami Abrasi.

Budi menjelaskan, jembatan intake tersebut sangat tidak memungkinan dapat ditangani oleh APBD Muaro Jambi mengingat biaya perbaikan jembatan intake tesebut akan menelan anggaran yang cukup besar. Maka dari itu, pihaknya berharap agar perbaikan jembatan intake tersebut diperbaiki melalui dana APBN.

” Bupati telah melayangkan surat ke pusat untuk perbaikan jembatan. Insyaallah, dalam waktu dekat akan segera terealisasikan,” katanya.(*)

Penulis: Raden Hasan Efendi

No More Posts Available.

No more pages to load.