Jambipers.com, Kerinci – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci laksanakan briefing (pengarahan) di Posko Satgas Penanganan Covid-19 yang berada di halaman Kantor Bupati Kerinci, Selasa (23/2/2021).
Briefing dipimpin oleh Kepala BPBD Kabupaten Kerinci Darifus didampingi Kadis Kesehatan Hermendizal dan dihadiri tim satuan tugas Kabupaten Kerinci.
Kepala BPBD Kabupaten Kerinci Darifus, saat diwawancarai wartawan menyampaikan bahwa salah satu fokus briefing adalah membentuk posko di setiap desa yang ada di kabupaten dan pembentukan Satgas penanganan Covid-19 di desa.
“Hari ini salah satu yang dibahas dalam briefing, setiap desa harus ada Satgas penanganan Covid-19 dan harus segera dibentuk,” kata Darifus.
Ia juga menambahkan, untuk anggaran penanganan Covid-19 ini, pihaknya sudah mengajukan ke setiap OPD terkait. Anggaran untuk penanganan Covid-19 pada 2021 telah ditetapkan sebesar Rp3 Miliar atau lebih rendah dari tahun sebelumnya.
“Tahun 2020 anggaran penanganan Covid-19 sebanyak Rp4,1 Miliar dan tahun 2021 ini sebesar Rp3 Miliar,” kata Darifus.
Kadis Kesehatan Kerinci, Hermendizal yang ada di lokasi turut ditanyai wartawan terkait masih adanya vaksin Covid-19 tahap pertama yang belum digunakan. Beliau menjelaskan kalau vaksin yang tersisa itu ditujukan untuk tenaga kesehatan. Namun, tenaga kesehatan tidak semuanya bisa divaksin karena faktor sedang hamil dan kesehatan tidak stabil.
“ 93 persen vaksinasi sudah terlaksanakan dan semua yang telah selesai divaksin. Alhamdulillah tidak ada keluhan atau efek samping yang diterima,” kata Hermendizal.
Hermendizal mengatakan, jumlah vaksin yang belum digunakan sebanyak 200. Terhadap kelebihan vaksin sebanyak 200 itu sejauh ini belum dapat arahan dari pemerintah provinsi. Namun, Bupati Kerinci sempat menyampaikan kelebihan vaksin ini akan diarahkan untuk awak media.
“ Untuk yang 200 ini informasi petang dari pak bupati, vaksinasi ke awak media,” kata Hermendizal tersenyum.(dikin)






