Jambipers.com, Kerinci – Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud menyerahkan bantuan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, Minggu (8/11/2020). Bantuan alat kesehatan itu diterima langsung oleh Bupati Kerinci Adirozal.
Adapun alat kesehatan yang diserahkan berupa ventilator portable sebanyak satu unit, alat rapid test sebanyak 500 buah, masker N95 200 pcs, masker KN95 500 pcs, dan APD sebanyak 500 buah.
Ardy Daud mengatakan, penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi saat ini lebih banyak melalui transmisi lokal yaitu penyebaran dari pasien positif Covid-19 yang ada di Provinsi Jambi. Secara umum Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan beberapa upaya dari hulu ke hilir dalam pencegahan dan penanganan covid-19.
Baca Juga: Gedung DPRD Muaro Jambi Disemprot Disinfektan secara Menyeluruh
Upaya yang dilakukan itu berupa meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap protokol kesehatan, memperbanyak tes kepada masyarakat, melakukan tracing dan tracking kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan memberikan pelayanan insentif terhadap pasien positif covid-19 baik itu yang memiliki gejala maupun tanpa gejala.
“ Kita sebagai unsur pemerintah daerah harus dapat berperan sebagai agen pendorong pencegahan dan penanganan Covid-19. Kita harus meningkatkan partisipasi masyarakat untuk benar-benar menjalankan protokol kesehatan yang dikenal dengan 3 M yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan selalu menjaga jarak,” kata Ardy Daud.
Bupati Kerinci Adirozal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus melakukan upaya dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk dalam melakukan refocusing anggaran untuk alokasi anggaran covid-19.
“Kami terus berupaya menerapkan protokol kesehatan untuk fasilitas publik, misalnya hanya membuka pasar-pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten dan menutup pasar Pasar yang dikelola desa pada waktu tertentu. Untuk rumah ibadah baik itu mesjid maupun gereja tidak ditutup karena kita tidak hanya menguatkan imun tapi juga harus menguatkan iman,” kata Adirozal.(fes)







