Gubernur Banten Imbau Warga Belanja di Warung Tetangga

oleh -
Gubernur Banten Wahidin
Gubernur Banten Wahidin

Jambipers.com, Banten –  Gubernur Banten, Wahidin menyarankan agar masyarakat memilih untuk berbelanja ke warung tetangga dibanding berbelanja ke mall. Berbelanja ke warung tetangga dikatakan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 serta  sebagai dukungan meningkatkan usaha kecil menengah untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

” Sebaiknya belanja ke warung tetangga, dibandingkan ke mall. Demi meminimalisir penyebaran Covid-19. Belanja ke warung tetangga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor usaha kecil menengah,” kata Gubernur Banten, Wahidin (WH) kepada masyarakat Banten merespon wacana pembukaan sejumlah mall di fase New Normal.

Wahidin mengatakan, New Normal adalah kebiasaan baru yang harus menjadi budaya masyarakat setelah muncul wabah Covid-19. Keadaan tersebut belum ada sebelum wabah Covid-19 hadir dalam kehidupan masyarakat. Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah membentuk tatanan baru sebelum normal.

” Dulu orang belum pernah cuci tangan dan pakai masker, sekarang dibiasakan. Dulu bersalaman, sekarang harus jaga jarak,” ujarnya.

Masuk keramaian, kata Wahidin, harus mengikuti protokol kesehatan. Masyarakat harus memiliki kesadaran yang tinggi. Saling melindungi, bukan saling menyakiti. Apalagi hingga menularkan penyakit.

” Kalau merasa sakit, ya di rumah aja. Sesungguhnya, praktek ini sudah dibiasakan pada saat berlakunya PSBB, sesuai himbauan pemerintah karena kondisi wabah sekarang,” katanya.

Wahidin menyebut, harus disiapkan secara konsisten agar masyarakat penuh kesadaran menerapkan hal ini dan pemerintah melakukan kontrol dan pengawasan. Sebagai Gubernur Banten, dirinya akan melihat dan mengevaluasi terlebih dahulu. Karena kecenderungan kasus Covid-19 masih tetap, tidak ada penurunan signifikan.

Menurut Wahidin, ada tiga hal yang menjadi perhatiannya dalam New Normal. Pertama terkait kesehatan masyarakat dan kapasitas sistem masyarakat yang mampu mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, bahkan mengkarantina. Mengurangi wabah dengan pengaturan ketat, khususnya terhadap tempat yang memiliki kerentanan tinggi.

Kedua, lanjutnya, risiko penyebaran imported case dapat dikendalikan dan yang utama masyarakat berperan aktif dan terlibat dalam masa transisi. Ketiga, kaitan dengan pemulihan ekonomi dalam persiapan New Normal melalui beberapa fase, tetap perlu berjaga-jaga.

” Disarankan, masyarakat beli di warung saja. Kalau ada apa-apa, bisa lebih terkendali,” kata Wahidin.(red)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.