Jambipers.com, Muara Bulian — Meski diguyur hujan deras, semangat masyarakat dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari tidak surut dalam menyambut kedatangan Wakil Menteri Pertanian (Wamenpan) Sudaryono di Kelurahan Muara Bulian, tepatnya di lokasi persawahan belakang SMA Negeri 10 Batanghari, Selasa (21/4/2026).
Kehadiran Wamenpan tersebut dalam rangka agenda tanam padi serempak guna mempercepat masa tanam tahun 2026. Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, jajaran OPD, serta unsur Forkopimda mulai dari Satlantas Polres Batanghari hingga Satpol-PP.
Dalam arahannya, Sudaryono menegaskan bahwa percepatan tanam harus dilakukan segera untuk memanfaatkan ketersediaan air hujan. Hal ini merupakan langkah preventif menghadapi prediksi fenomena iklim ekstrem, El Nino Godzilla, yang diperkirakan akan melanda pada Juni mendatang.
Benih bisa kita berikan gratis, pupuk ada subsidi, tapi air tidak bisa kita adakan begitu saja. Mumpung sekarang hujan, tanam sekarang, tanam segera!” tegas Sudaryono di hadapan para kelompok tani dan penyuluh pertanian.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Program ini difokuskan untuk mengubah lahan tidak produktif, terutama kawasan rawa, menjadi areal pertanian baru demi memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, melaporkan bahwa daerahnya memiliki luas baku sawah lebih dari 8.200 hektare. Tahun ini, Pemkab Batanghari optimis mampu menutup defisit konsumsi beras lokal.
Namun, Fadhil juga menyampaikan aspirasi para petani terkait infrastruktur. Ia meminta dukungan pemerintah pusat untuk pengadaan irigasi yang lebih baik, pompa tenaga surya, serta mesin pengering padi (dryer) guna menjaga kualitas gabah pasca-panen.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menekankan pentingnya modernisasi pola tanam. “Kita perlu mengubah kebiasaan. Dari yang biasanya sekali setahun, harus menjadi dua sampai tiga kali tanam setahun agar stok beras daerah tetap aman,” ujarnya.
Indonesia Mandiri Pangan
Menutup kunjungannya, Wamenpan mengapresiasi sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga penyuluh lapangan. Ia mengklaim saat ini Indonesia telah berhasil mencapai kemandirian pangan tanpa bergantung pada impor beras.
Meski demikian, ia mengingatkan agar semua pihak tidak lengah terhadap ancaman kekeringan yang dapat mengganggu stabilitas pangan nasional di masa depan.(Sam)







