Jambipers.com, Kerinci – Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna yang dibangun sejak awal 2016 di Desa Koto Kapeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, akhirnya diresmikan pemerintah pada Sabtu (5/3/2022). Peresmian Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna itu dilakukan secara langsung oleh Bupati Kerinci H.Adirozal.
Sejauh ini tidak banyak yang tahu kisah di balik pendirian Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna tersebut. Ide pendirian panti usahan itu ternyata berawal dari niat tulus dari keluarga H.Adirozal yang ingin saling berbagi rizki dengan anak yatim-piatu, dan berharap harta yang diperoleh maupun yang akan ditinggalkan bisa menjadi ladang amal.
Ketua Yayasan Baitul Husna, Taufiqa Zukron Maulan mengatakan bahwa menjalankan salah satu akhlaq yang paling baik adalah menyantuni anak yatim karena akan memperoleh jaminan perlindungan di hari kiamat kelak. Sebab, Allah sangat mencintai hamba-Nya yang tidak sombong dan selalu bersikap baik pada anak yatim selama hidupnya di dunia.
“Ide berdiri Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna berawal dari perbincangan dengan ayah (red-Bupati Adirozal), karena dalam keluarga kami punya kebiasaan untuk saling mengingatkan,dan saya tau ayah selalu memperhatikan anak anak yatim-piatu. Saya bilang ke beliau kalau di Kerinci belum ada panti asuhan. Kenapa kita tidak coba bangun panti asuhan untuk anak yatim-piatu? harapan saya harta yang ditinggalkan oleh kedua orang tua bisa mengalir sampai nanti, menjadi ladang pahala buat mereka,” kata Taufiqa Zukron Maulan.
Taufiqa yang merupakan putra dari Bupati Kerinci H Adirozal ini kemudian menceritakan sejarah pembangunan Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna. Panti asuhan itu mulai dikerjakan dari 2016 dan pembangunannya dilakukan secara bertahap. Sumber pendanaan pembangunan panti berasal dari sumbangan keluarga besar Adirozal serta sumbangan masyarakat yang bersimpati.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersimpati memberikan bantuan materi dan tenaga sehingga terwujudnya pembangunan panti ini, dan semoga menjadi amal ibadah,” ujar Taufiqa Zukron Maulan.
Di kalangan masyarakat Kabupaten Kerinci, Taufiqa Zukron Maulan dikenal sebagai sosok anak muda yang smart, penuh dedikasi, dan berintegritas. Beliau juga mempunyai pekerjaan yang mapan di Kementerian PUPR. Meski demikian, Taufiqa tidak sombong sekalipun terlahir sebagai putra dari Bupati Kerinci H.Adirozal. Sikapnya rendah hati dan selalu mengingat pesan orang tuanya untuk memberikan ilmu yang bermanfaat.
“Kita sudah menampung anak asuh di panti asuhan ini. Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anak yatim piatu, nanti kita akan beri mereka penginapan, sandang, dan pangan. Di sini mereka bisa belajar menghafal Quran dan mereka juga akan bisa sekolah. Harapan kami mudah-mudahan di panti asuhan ini akan lahir hafiz dan hafizah,” ujarnya.
Taufiqa Zukron Maulan turut menegaskan bahwa panti asuhan itu merupakan milik bersama. Panti asuhan yang didirikan keluaragnya itu merupakan milik masyarakat Kabupaten Kerinci walaupun dalam pemberian nama ada Husna nama ibu dari Taufiqa Zukron Maulan.
“Kita berharap adanya masukan, ide, pikiran maupun materi baik dari masyarakat di mana pun untuk perkembangan anak yatim-piatu piatu yang ada di sini. Besar harapan kita semua keberadaan gedung panti asuhan ini menjadi sarana bagi mereka mewujudkan segala mimpi. Kelak mereka bisa menjadi anak yatim-piatu yang tangguh memiliki masa depan,” katanya.
Bupati Kerinci H.Adirozal sendiri dikenal tidak hanya sukses dalam menjalani bidang pemerintahan, tetapi juga sukses dalam mendidik keluarga. Ayah empat orang anak ini berhasil mendidik anak-anak menjadi anak yang rendah hati. Bagi keluarga ini kekayaan yang hakiki adalah kekayaan yang dapat dinikmati oleh para anak yatim-piatu.
“Iya…awal ide pembangunan panti asuhan ini ide dari anak -anak saya, mereka ingin harta yang ditinggalkan berbentuk ilmu yang bermanfaat. Jadi dari ide mereka lah yayasan ini didirikan, sengaja saya pilih nama Yayasan Baitul Husna di mana artinya Rumah Kebaikan, kebetulan ibu dari anak-anak saya juga bernama Husna,” kata Bupati H.Adirozal.
H.Adirozal juga mempunyai pikiran yang smart. Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna itu sengaja dibangun dua lantai dengan ruangan yang luas di lantai dua. Tujuannya agar ruangan di lantai dua itu bisa digunakan untuk ruangan serba guna dan bisa juga disewakan untuk acara-acara tertentu. Hasil dari sewa itu nantinya akan dimanfaatkan untuk memfasilitasi anak-anak di panti itu.
“Alhamdulillah segala apa yang menjadi ide dari pada keluarga sekarang bisa terwujud,ide dari anak-anak saya,yang lebih ingin jika harta yang saya tinggal untuk mereka adalah harta yang bisa bermanfaat untuk orang lain juga,”ujar H Adirozal.
“Kita semua berharap ke depan, Panti Asuhan Yayasan Baitul Husna ini kelak akan melahirkan anak-anak yang berilmu untuk masa depannya, serta menjaga anak penghafal Al-Qur’an,”harap H.Adirozal.
H.Adirozal tidak lupa mengajak untuk menyantuni anak yatim dengan mengutip sebuah hadist Rasulullah yang bersabda bahwa Barangsiapa menjaga anak yatim di antara umat Islam sampai menjaga makannya, dan minumnya, maka Allah pasti bakal memasukan orang itu ke dalam surga. Kecuali orang itu berbuat dosa yang tidak bakal diampuni.(dikin)








