Jambipers.com, Muaro Jambi – Limbah comberan yang menggenangi halaman SD Negeri 37 Koto Tuo, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, dikeluhkan pihak sekolah dan warga sekitar. Masalahnya, limbah comberan itu mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Dampaknya, aktivitas belajar mengajar di sekolah milik pemerintah ini menjadi terganggu dalam sebulan terakhir.
Kepala Sekolah SD 37 Koto Tuo, Suryadi S.Pd mengatakan, air limbah yang menggenangi halaman SD 37 itu timbul karena sistem drainase tersumbat. Air dari drainase naik ke halaman sekolah, lalu kemudian tergenang lama karena sistem pembuangannya tidak lancar.
“ Kita berharap terutama pemerintah setempat untuk mencari jalan keluarnya, harus dicari solusi agar air tersebut bisa mengalir seperti biasa. Dan ini harus cepat-cepat ditanggapi oleh pemerintah desa maupun dari pihak kecamatan. Drainase yang tersumbat itu harus segera diatasi,” kata Suryadi S.Pd saat dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (3/3/2021).
Suryadi mengaku bahwa keberadaan genangan air di halaman sekolah telah menggangu aktivitas sekolah. Sebab, air limbah berwarna hitam itu mengeluarkan aroma yang tidak sedap sehingga sangat mengganggu penciuman.
“ Baunya tidak sedap, guru-guru dan siswa menjadi terganggu. Makanya kita berharap masalah ini bisa segera diatasi. Kalau dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan malah akan menimbulkan penyakit seperti DBD dan malaria,” ujarnya.
Genangan air di halaman SD Negeri 37 Koto Tuo baru muncul sebulan terakhir. Hal ini terjadi dipicu karena sistem drainase tidak berjalan lancar. Drainase yang selama ini berfungsi mengalirkan air kini kondisinya telah tertutup.(dikin)






