PMII Ajak DPRD Muaro Jambi Tolak Omnibus Law

oleh -
Pengurus PMII Provinsi Jambi berfoto bersama dengan anggota DPRD Muaro Jambi.
Pengurus PMII Provinsi Jambi berfoto bersama dengan anggota DPRD Muaro Jambi.

Jambipers.com, Muaro Jambi – Lima orang mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jambi mendatangi gedung DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (20/10/2020) siang.

Mereka mendatangi gedung DPRD Muaro Jambi dengan maksud mengajak anggota DPRD Muaro Jambi untuk ikut menolak UU Cipta Lapangan Kerja yang telah disahkan DPR RI.

Kedatangan rombongan mahasiswa ini disambut langsung Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi, Ahmad Haikal. Beliau menerima kedatangan mahasiswa tersebut di ruang rapat gabungan.

Dalam pertemuan tersebut hadir beberapa anggota DPRD Muaro Jambi. Para anggota dewan yang hadir diantaranya adalah Robinson Sirait, Usman Halik, Ulil Amri, Amirudin dan Indra Gunawan.

Ketua PKC PMII Provinsi Jambi, Hengki Tornado dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa maksud kedatangan dirinya bersama rekan-rekannya untuk mengajak anggota DPRD Muaro Jambi untuk menolak UU Cipta Lapangan Kerja.

” Ada 9 poin alasan penolakan atas UU ini, semuanya telah kami tuangkan dalam rilis yang telah kami sampaikan,” kata Ketua PKC PMII Provinsi Jambi, Hengki Tornado, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga : Kader PMII Didorong Berikan Ide-ide Kreatif

Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi, Ahmad Haikal menyampaikan apresiasi kepada PMII atas sikap kritis mereka dan menyatakan menerima aspirasi PMII untuk disampaikan ke DPR RI.

” Kita menyambut dan mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang sudah berkunjung ke DPRD Muaro Jambi ini,” kata Ahmad Haikal.

Ulil Amri perwakilan dari Fraksi PAN menyatakan setuju dengan penolakan tersebut apabila memang ada isi dari UU itu yang tidak pro rakyat.

” Secara terus terang dapat kami sampaikan bahwa DPRD Muaro Jambi belum melakukan kajian mendalam mengenai isi undang-undang tersebut. Namun, jika ada isinya yang tidak pro rakyat tentu kami setuju dengan penolakan ini,” kata Ulil Amri.

Penulis : Raden Hasan Efendi