Pembelian Hewan Kurban di Muaro Jambi Cendrung Menurun

oleh -
Kadis Perkebunan dan Peternakan Muaro Jambi, Zukarnaini memberi label terhadap hewan kurban.(Foto:Raden Hasan Efendi)
Kadis Perkebunan dan Peternakan Muaro Jambi, Zukarnaini memberi label terhadap hewan kurban.(Foto:Raden Hasan Efendi)

Jambipers.com, Muaro Jambi – Stok hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah/2020 M di Kabupaten Muaro Jambi dipastikan aman. Jumlah hewan kurban yang disediakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Muaro Jambi bahkan masih tersisa sekitar 20 persen.

“ Untuk persiapan Idul Adha, kita siapkan sapi sekitar 1.200 ekor, untuk kambing sekitar 400 ekor. Cuman, sampai beberapa hari yang lalu masih ada stok sekitar 20 persen yang belum terjual, biasanya sudah habis,” kata Kepala Dinas Perkebunan Dan Peternakan Muaro Jambi, Zulkarnaini saat ditanyai Jambipers.com, Rabu (29/7/2020).

Zulkarnaini mengatakan, pembelian hewan kurban di wilayah Muaro Jambi pada tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Biasanya hewan kurban yang disediakan Dinas Perkebunan dan Peternakan selalu habis terjual.

“ Agak menurun tahun ini, tapi itu juga belum pasti. Kepastiannya nanti setelah hari Sabtu, karena rata – rata yang terakhir ini masih ada pesanan sampai dengan hari Sabtu,”  ujar Zulkarnaini.

Zulkarnaini mengatakan, pihaknya dalam dua minggu terakhir ini intens melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap hewan-hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan itu terungkap adanya temuan berupa penyakit ringan pada hewan kurban. Penyakit yang ditemukan itu semacam rabies.

“ Dari hasil pemeriksaan beberapa hari ini, baru ditemukan penyakit ringan semacam rabies. Itu untuk temuan sementara ini,” ujarnya.

Zurkarnaini memastikan bahwa hewan kurban harus benar-benar sehat dan memiliki label dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Muaro Jambi. “Jadi untuk ternak yang sudah benar-benar sehat itu, kita kasih label. Itulah yang boleh dijual, ” katanya.

Zulkarnaini turut menghimbau agar masyarakat membeli hewan kurban yang sudah mendapatkan label dari Dinas Peternakan. Hewan kurban yang memiliki label dipastikan telah benar-benar aman, sehat, dan utuh (asuh) untuk di konsumsi.

“  Saya juga mengingatkan agar jangan sampai memotong ternak betina produktif karena itu ada sanksi pidananya. Kita dengan Polri dalam tiga tahun ini masif mensosialisakan itu kepada masyarakat. Jangan mau kurban tahu-tahu jadi korban,” kata Zulkarnaini.

Penulis: Raden Hasan Efendi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *