Jambipers.com, Muara Bulian — Suasana haru, riuh, dan bangga menyelimuti kawasan Danau Letang pada Minggu (27/9/2026). Gelaran Festival Danau Letang sekaligus Lomba Pacu Perahu resmi ditutup dengan penuh kemegahan, meninggalkan jejak tak terlupakan bagi ribuan warga yang memadati tepian danau sepanjang perhelatan.
Puncak acara menjadi momen paling dinanti saat pengumuman pemenang lomba pacu perahu dibacakan. Squad Datuk Panglimo tampil perkasa dan meraih gelar Juara Pertama, buah dari kekompakan serta kerja keras luar biasa seluruh anggotanya.
Dalam sambutan penutupnya, Ketua PODSI Batang Hari, Mawardi Harahap, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
“Ribuan terima kasih, kebersamaan ini yang membuat Festival Danau Letang berjalan gemilang. Ini bukan akhir, melainkan awal tradisi. Festival ini akan menjadi agenda rutin kita,” ujar Mawardi bersemangat.
Kepada para pemenang, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Sementara bagi peserta yang belum beruntung, ia menitipkan pesan penuh motivasi. “Jangan berkecil hati, Kita jumpa lagi tahun depan, berjuang bersama kembali,” tambahnya.
Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, S.Sos., M.H., yang hadir mewakili Bupati Batang Hari.
Turut hadir di lokasi acara Ketua KONI Batang Hari Tandri Saputra, Anggota DPRD Batang Hari H. Sudarto, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran para jajaran pemimpin ini mengukuhkan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi daerah.
Sepanjang acara, ribuan warga terlihat berbondong-bondong hadir dan menyemut di sepanjang tepian Danau Letang. Sorak-sorai penonton terus menggema, mengiringi setiap ayunan dayung para peserta yang beradu kecepatan dan ketangkasan di atas air.
Tak hanya menyajikan hiburan, festival ini juga menjadi ruang subur bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Berbagai stan UMKM lokal hadir mempromosikan produk unggulan daerah, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan kreativitas warga Batang Hari kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Festival Danau Letang terbukti bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah nyata untuk mempererat kebersamaan, melestarikan warisan budaya, serta mengangkat potensi wisata dan ekonomi kreatif daerah. Ke depannya, perhelatan ini diharapkan dapat digelar makin besar, makin dikenal luas, dan memberi manfaat yang jauh lebih nyata bagi seluruh masyarakat Batang Hari.
Satu Danau, Satu Semangat, Satu Kebanggaan — Sampai Jumpa Tahun Depan. (Sam)







