Jambipers.com, Muara Bulian — Geliat ekonomi petani keramba di Kabupaten Batang Hari, Jambi, terpukul hebat. Kemarau panjang menyebabkan debit air Sungai Batanghari menyusut drastis hingga mengering di beberapa titik. Akibatnya, ribuan ekor ikan budidaya pada sejumlah unit keramba milik warga mati massal karena kekurangan oksigen.
Fenomena matinya ribuan ikan keramba tersebut terjadi pada pada Senin (17/08/2026). Salah satunya terjadi di kawasan RT 05, Desa Aro, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Para petani keramba kini hanya bisa pasrah melihat bangkai ikan peliharaannya mengapung di permukaan air yang keruh dan dangkal.
Menurut warga setempat, Dedi Damhuri, kematian ikan terjadi secara bertahap sejak beberapa hari terakhir. Penyusutan air Sungai Batang Hari membuat kondisi air menjadi hangat dan keruh. Hal tersebut memicu penurunan drastis kadar oksigen yang dibutuhkan ikan untuk bertahan hidup.
“Jenis ikan yang paling banyak mati adalah nila. Kalau untuk kerugian masing-masing pemilik keramba tentu berbeda-beda. Perkiraan kerugian bisa mencapai puluhan juta rupiah,” kata Dedi Damhui pada Kamis (20/8/2026).
Demi mengantisipasi kerugian yang lebih besar, sebagian petani keramba di Desa Aro terpaksa melakukan panen dini. Langkah darurat ini terpaksa diambil meskipun ukuran ikan belum maksimal dan harga jual di pasaran turun drastis akibat banjir pasokan ikan berkualitas rendah.
“Daripada rugi total terpaksa dijual meskipun ukurannya belum maksimal,” ujarnya.
Warga Desa Aro khususnya para pembudidaya ikan tawar di Sungai Batang Hari sangat berharap ada perhatian dan solusi cepat dari dinas terkait, atau pendampingan teknis untuk menyelamatkan sisa ikan yang masih bertahan di dalam keramba.(Sam)








