Jambipers.com, Muara Bulian – BPJS Kesehatan melaunching program Universal Health Coverage (UHC) kepesertaan JKN KIS di Kabupaten Batanghari pada Rabu (5/7/2023). Launching program jaminan kesehatan semesta ini dilaksanakan berkat pencapaian Pemerintah Kabupaten Batanghari yang berhasil meningkatkan kepesertaan BPJS dari 82,27 persen menjadi 96,66 persen.
Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Eddy Sulistijanto mengatakan, saat ini Kabupaten Batanghari menjadi daerah ketiga di Provinsi Jambi yang telah memiliki sistem UHC, setelah Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.
Eddy mengatakan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Batanghari harus diberikan secara maksimal. pihak rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS harus mampu memberikan pelayanan yang sesuai kepada masyarakat.
“Kita perbaiki dari waktu ke waktu. Kami tegas ke rumah sakit yang tidak memberi pelayanan kesehatan yang sesuai dengan janji, maka akan kami putus,” ujarnya. Rabu, (5/7/2023).
Eddy juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari atas capaian yang telah diraih. Beliau berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Batanghari akan terus meningkat agar masyarakat mendapat pelayanan yang terbaik.
“Kami berteri makasih atas kerja keras pak Bupati, semoga kita sinergi lebih baik lagi dan sama-sama kita tingkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Batanghari,” ujarnya.
Bupati Batanghari M.Fadhil Arief mengungkapkan bahwa capaian angka 96,66 persen kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Batanghari merupakan buah dari kerja sama dan dukungan semua pihak di mana pada 2021 Kabupaten Batang Hari masih berada pada angka 82,27 persen.
Fadhil mengatakan, keberhasilan ini tentunya tidak luput dari berbagai program-program kesehatan yang dicanangkan pemerintah kepada masyarakat Kabupaten Batanghari. Misalnya program peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Program-program itu dicanangkan tidak lain bertujuan agar seluruh masyarakat dapat tercover dalam kepesertaan jaminan pelayanan kesehatan.
“Saya juga minta kepala desa untuk mendata masyarakat-masyarakat kita yang belum memiliki BPJS kesehatan, pendataan ini bertujuan ketika mereka sakit agar langsung berobat, jangan tunggu parah dulu,” ujarnya.(Sam)






