Target PAD Kabupaten Muaro Jambi Menurun Sebesar Rp3 Miliar

oleh -
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan (BPPRD) Muaro Jambi, Arian Safutra
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan (BPPRD) Muaro Jambi, Arian Safutra.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com)

Jambipers.com, Muaro Jambi – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muaro Jambi pada 2023 ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan target PAD tersebut terlihat dari data yang disajikan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muaro Jambi dimana PAD tahun ini ditargetkan sebesar Rp110 Miliar, sementara pada tahun lalu target PAD sebesar Rp113 Miliar atau mengalami penurunan sebesar Rp3 Miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan (BPPRD) Muaro Jambi, Arian Safutra saat dikofirmasi membenarkan adanya penurunan target pada pos pendapatan asli daerah di APBD 2023. Merosotnya target PAD tersebut terjadi lantaran adanya penurunan target pada sektor lain-lain pendapat asli daerah yang sah.

” Iya benar bang, target PAD kita untuk di 2023 ini mengalami penurunan sekitar 2,45 persen,” kata Arian Safutra, Selasa (21/2/23).

Arian menyebut, penurunan target PAD hanya terjadi pada sektor lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Sementara target pendapatan asli daerah pada sektor pajak dan retribusi daerah malah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Penurunan itu terjadi pada target badan layanan umum daerah. Kalau untuk pajak dan retribusi daerah, targetnya justru meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Arian.

Arian Safutra mengatakan, pihaknya telah menjalankan program intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah agar target PAD di tahun 2023 bisa tercapai dan bisa melebihi dari target yang ditetapkan. Program Intensifikasi yang telah dijalankan itu meliputi pemeliharaan basis data dan updating data wajib pajak secara berkala, melaksanakan penagihan pajak daerah, dan memberikan teguran terhadap wajib pajak yang menunggak.

“Kita juga rutin melaksanakan sosialisasi pajak kepada wajib pajak, melakukan evaluasi penerimaan PAD per triwulan, melaksanakan harmonisasi Ranperda, dan melakukan inovasi pajak yang bertujuan mempermudah pelayanan kepada wajib pajak dan masyarakat,” katanya.

Khusus untuk program ekstensifikasi pajak, pihak BPPRD Muaro Jambi juga cukup intens melakukan pendataan potensi pajak daerah, melakukan kerja sama dengan pihak terkait upaya mengintensifkan penagihan pajak, dan melakukan pembentukan tim penilaian zona nilai tanah.

“Melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah kita jalankan tersebut tentu Kita berharap target PAD tahun ini tercapai dan bisa melebihi dari target yang ditetapkan. Kita juga berharap dukungan dari masyarakat Muaro Jambi untuk selalu taat dalam membayar pajak,” ujarnya.

Penulis: Raden Hasan Efendi

No More Posts Available.

No more pages to load.