Sampaikan 5 Tuntutan, Aliansi Mahasiswa Batanghari Geruduk Gedung DPRD

oleh -
Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Anita Yasmin
Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Anita Yasmin saat menanggapi para pendemo.

Jambipers.com, Muara Bulian – Ratusan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Batanghari melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Batanghari pada Senin (11/4/2022).

Para pendemo itu merupakan gabungan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himbari.  Mereka memulai aksi dengan melakukan longmarch dari titik kumpul di Lapangan KONI Batanghari.

Setelah tiba di depan Gedung DPRD Batanghari, para mahasiswa ini kemudian menyampaikan tuntutan melalui orasi. Sedikitnya ada lima poin tuntutan yang disampaikan. Tuntutan itu terkait harga minyak goreng, kenaikan BBM, penolakan penundaan pemilu, dan penolakan perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode. Selain itu, para mahasiswa juga mempertanyakan soal solusi atas kemacetan yang ditimbulkan armada truk batubara.

Seruan aksi para aliansi mahasiswa Kabupaten Batanghari ini berjalan dengan kondusif tanpa ada sedikit pun tindakan arogan dari mahasiswa. Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Anita Yasmin langsung menanggapi poin-poin yang telah di sampaikan oleh mahasiswa aksi.

” Terimo kasih adek-adek mahasiswa, di sini saya mewakili para anggota dewan lainnya ingin menanggapi limo poin apa yang telah adek mahasiswa sampaikan dalam orasi tadinya, di sini kami juga sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas kritisi juga perhatian tentang dinamika yang terjadi hari ini,” kata Anita di depan mahasiswa aksi, Senin (11/04/22).

Anita Yasmin menjelaskan, dari poin-poin yang disampaikan mahasiswa terdapat beberapa poin di luar ranah kewenangan pemerintah kabupaten untuk memutuskannya.

“Kami DPRD Batanghari berdiri bersama adek-adek di sini untuk menolak kezoliman itu sebetulnya, karena memang kami pun di sini menilai bahwa kenaikan BBM, kenaikan minyak goreng itu sangat membuat susah masyarakat, terutama masyarakat Batanghari,” ujar Anita Yasmin.

Anita Yasmin berharap dengan naiknya harga minyak goreng ini seharusnya pemerintah bisa menetapkan HET minyak goreng.

Sementara menanggapi persoalan armada truk batubara yang kerap menyebabkan kemacetan, Anita Yasmin mengatakan bahwa pihaknya tidak punya ranah untuk memutuskan solusi soal kemacetan. Sebab, lokasi kemacetan berada pada jalan nasional. Tetapi, kata Anita, persoalan kemacetan ini sudah beberapa kali diajukan ke provinsi untuk dicarikan solusinya.

“Karena kami yakini lebih banyak meninggal gara-gara batu bara dibandingkan dengan covid hari ini, jadi kami mohon kepada adek-adek mahasiswa untuk bersabar, kami hanya bisa meminta merekomendasikan untuk berupaya melakukan permasalahan ini cepat diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi,” katanya.(Sam)

No More Posts Available.

No more pages to load.