Jambipers.com, Muaro Jambi – Janji Perumda Tirta Muaro Jambi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan selama Bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah ternyata hanya isapan jempol. Fakta-fakta di lapangan menunjukkan bahwa distribusi air bersih kepada pelanggan belakangan ini masih sering terganggu.
Gangguan distribusi air bersih terjadi di kawasan Kecamatan Jaluko seperti di Desa Sembubuk, Mendalo Darat, dan Sarang Burung.
“Kalau siang dak pernah hidup (mengalir). Hidupnya cuma malam, itupun tak lama. Terpaksa kita ngangkut air di sumur milik tetangga,” kata Warga Desa Sembubuk, Budi, Senin (11/4/2022).
Budi menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya tepaksa memasang mesin air di dekat meteran. Tujuannya agar mesin tersebut dapat dengan cepat menyedot air dari meteran. Namun, upaya tersebut terkadang membuat pelanggan menjadi rugi. Sebab, tagihan akan membengkak karena yang disedot bukan air, melainkan angin.
“Mau tidak mau lah lagi. Kalau tidak seperti itu dak dapat air,” ujar Budi.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yani, satu diantara warga Mendalo menyebut jika dalam seminggu ini hanya satu kali hidup. Selebihnya mati. “Hidup dua hari, mati empat sama lima hari,” kata Yani.
Dikatakan Yani, derita warga Mendalo terkait air ini sudah cukup lama. Bahkan sejak pertengahan Februari lalu, air sudah tidak stabil mengalir ke rumah warga. Tak berdiam diri, Yani sudah mengkonfirmasi keluhannya tersebut ke Perumda Tirta Muaro Jambi namun jawabannya tidak pernah menyejukkan hati.
“Katanya ada kesalahan. Tunggu saja, nanti ngalir. Tapi sampai kapan nunggunya tidak tau,” kata warga yang tinggal di perumahan Mendalo Park ini.
Yani kemudian meminta kepada pihak Perumda Tirta Muaro Jambi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Keluhan masyarakat ini sampai ke telinga DPRD Muaro Jambi. Usman Halik, legislator PDI-P pun berang dan meminta agar Bupati melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Perumda Tirta Muaro Jambi.
Kritikan keras untuk segera melakukan penyegaran terhadap jajaran kepengurusan Perumda Tirta Muaro Jambi, dilontarkan langsung oleh Usman Khalik salah seorang anggota legislator Kabupaten Muaro Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan.
Dirinya dengan tegas mengatakan kepengurusan di jajaran Direksi Perumda Tirta Muaro Jambi saat ini tidak pernah memihak akan kepentingan masyarakat. Akan tetapi, Tirta Muaro Jambi ini lebih dijadikan sebagai ladang tempat mereka mencari uang saja.
“Pas dilakukan evaluasi dulu kami sudah mengajukan agar adanya pergantian kepengurusan di tubuh Perumda Tirta Muaro Jambi, karena yang kami lihat kepengurusan yang saat ini, mereka hanya berebut-rebut untuk menaikan gaji mereka saja, bukan untuk kepentingan masyarakat. Jangan jadikan Perumda ini sebagai ladang cari uang,” kata Usman Halik.
Menurut Usman, profesionalisme di tubuh pegawai Perumda Tirta Muaro Jambi kurang baik. Padahal, tak sedikit anggaran yang dikucurkan Pemda Muaro Jambi ke Perumda ini agar pelayannya meningkat.
“Berapa pun anggaran yang diminta kita setujui agar pelayanan kian meningkat. Namun, masih tetap buruk pelayanannya. Untuk apa digelontorkan dana yang banyak jika tak ada perubahan,” kata Usman Halik.
Bukan hanya soal keluhan masyarakat tentang pasokan air bersih, kemaragan sang legislator berlanjut. Pasalnya, menurut Usman, bukannya berbenah, Perumda Tirta Muaro Jambi malah diduga memasang jaringan instalasi air ke tanah-tanah kosong yang tidak ada rumah masyarakat di atasnya.
“Sudah jarang melakukan penambahan jaringan instalasi baru, ketika masang tidak pada tempatnya malah ke tanah-tanah kosong. Sungguh tidak profesional sekali,” Ucapnya.
Usman meminta pengurus ataupun pegawai di Perumda Tirta Muaro Jambi bisa meningkatkan profesionalitasnya dalam bekerja. Tak hanya itu, dewan pengawas juga tak boleh berpangku tangan. Lakukan pengawasan yang ekstra agar peningkatan pelayanan dan profesionalitas ini bisa terealisasi.
“Awasi kinerja direksi Perumda Tirta Muaro Jambi, dewan pengawas jangan hanya menerima laporan saja, harus optimal juga dalam melakukan pengawasan agar terjadi peningkatan ke arah yang lebih baik,” kata Usman.
Penulis: Raden Hasan Efendi







