Jambipers.com, Muaro Jambi – Pemilik pangkalan gas LPG 3 Kg di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, dilaporkan ke Bagian Ekonomi Setda Muaro Jambi. Pemilik pangkalan gas bernama Sulaiman itu dilaporkan oleh warga desa setempat lantaran terindikasi menjual gas bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).
Indikasi kecurangan yang dilakukan pemilik pangkalan gas di Desa Sumber Jaya secara resmi dilaporkan oleh Bahusni pada Selasa (16/2/2021). Pria yang berdomisili di RT 06 Desa Sumber Jaya itu mengaku melaporkan pemilik pangkalan ‘nakal’ itu atas dasar persetujuan dari warga desanya.
“ Nama pangkalannya Sulaiman Bin Ridwan, itu suplai gasnya dari agen PT Bindaud Karya Maju. Dia itu menjual gas seharga Rp22 ribu. Jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp18 ribu,” Kata Bahusni kepada Jambipers.com, Selasa(16/2/2021).
Bahusni menyebut, pangkalan milik Sulaiman tidak hanya sekedar menjual gas LPG bersubsidi di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Pemilik pangkalan ini bahkan turut memperjualbelikan gas untuk warga miskin itu kepada para pedagang-pedagang besar.
“ Sudah itu, dia menjual lagi kepada pedagang-pedagang dengan skala besar. Bukan satu pedagang, tiga sampai empat bahkan lebih,” katanya.
Bahusni mengatakan, saat ini masyarakat Desa Sumber Jaya sangat kesulitan mendapatkan gas bersubsidi di pangkalan. Gas bersubsidi yang diantar oleh agen langsung habis seketika diborong para pedagang.
” Jadi masyarakat itu sangat resah, sangat kesusahan untuk mencari gas. Begitu gas datang langsung habis. Ketika masyarakat datang ke pangkalan, mobil agen masih ada, tetapi gas sudah habis. Para pedagang itu sudah duluan mengambil, makanya kami merasa kesusahan dan tertindas,” ujarnya.
Bahusni berharap laporan atau pengaduannya tersebut segera ditindaklanjuti Pemda Muaro Jambi. Pihak pemerintah diminta segera turun untuk menindak ‘pangkalan nakal’ tersebut agar masyarakat Desa Sumber Jaya tidak kesulitan mencari gas.
“ Jadi saya ini melapor didukung oleh masyarakat dan perangkat desa, bukan saya melapor sendiri. Saya membawa dukungan dari masyarakat berupa tanda tangan dari RT, Kadus dan Kades. Semua sudah ada. Makanya Kita mohon kepada pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.
Bahusni menjelaskan, sebelum melaporkan masalah ini ke Pemda Muaro Jambi, warga Desa Sumber Jaya sudah berusaha menyelesaikan permasalahan ini di tingkat desa. Pemilik pangkalan telah dinasehati secara baik-baik agar tidak menjual gas di atas harga yang sudah di tentukan dan tidak menjual kepada pedagang-pedagang lainnya.
“ Kita temui langsung secara silaturahmi, malah kita ditantangnya. Katanya, kalau kamu hebat kamu buat pangkalan sendiri. Kalau tidak kalian lapor. dia bilang seperti,” ujar Bahusni.
Bahusni mengakui kalau kuota gas bersubsidi untuk Desa Sumber Jaya memang belum tercukupi. Kondisi kekurangan kuota gas tersebut malah diperparah lagi dengan situasi penyaluran yang tidak tepat sasaran.
” Itu tidak cukup. Ditambah lagi dia menjual ke warung-warung, makin parah jadinya,” katanya.
Bahusni mengancam apabila Pemda Muaro Jambi tidak menindaklanjuti keluhan yang disampaikanya, maka Bahusni dan warga desanya tidak segan-segan menyurati Presiden Republik Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“ Jadi bagi pihak-pihak terkait kami mintak tolong selesaikan ini. ini bukan main-main tembusan kami insyaallah sampai ke Presiden ini. Kalau tidak selesai di sini, kita sendiri yang melayangkan ke Jakarta. Berarti orang Provinsi ini tidak sanggup lagi,” ancamnya.
Kabag Eknomi Setda Muaro Jambi, Aditia Warman ketika dikonfirmasi terkait pengaduan warga Desa Sumber Jaya ini memilih menolak berkomentar. Dia mengatakan belum melihat dan mempelajari pengaduan tersebut sehingga belum bisa menanggapinya. “ Saya belum nengok pengaduannya, jadi belum bisa komentar,” kata Aditia Warman.
Penulis: Raden Hasan Efendi






