Pengelolaan Kolam Limbah PT.BBS Penuh Penyimpangan

oleh -
Komisi III dan DLH Muaro Jambi saat meninjau kolam limbah PT.BBS.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com)
Komisi III dan DLH Muaro Jambi saat meninjau kolam limbah PT.BBS.(Foto:Raden Hasan Efendi/Jambipers.com)

Jambipers.com, Muaro Jambi – Kolam limbah milik PT.Bukit Bintang Sawit ditinjau Komisi III DPRD Muaro Jambi bersama Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi pada Jumat (22/1/2021) pagi. Kegiatan peninjauan lapangan ini merupakan lanjutan dari kegiatan hearing yang sehari sebelumnya telah dilaksanakan di gedung DPRD Muaro Jambi.

Dalam hearing tersebut, Komisi III dan DLH Muaro Jambi mendapat fakta adanya dugaan pelanggaran dalam pengelolaan limbah milik PT.BBS. Fakta itu berupa pemeriksaan laboratorium atas sampel di bagian hilir lokasi limbah PT.BBS. Hasil sampel tersebut menunjukan bahwa COD dari sampel yang diperiksa berada jauh di atas ambang batas standar baku mutu air.

“ Kunjungan hari ini ke PT.BBS menindaklanjuti hasil labor yang dikeluarkan oleh DLH Muaro Jambi,” kata Usman Halik kepada Jambipers.com, Jumat (22/1/2021).

Usman Halik mengatakan, dalam kegiatan tinjauan ke kolam pengelolaan limbah milik PT.BBS, pihaknya mendapati fakta-fakta pelanggaran. Dewan bersama DLH Muaro Jambi menemukan kondisi tanggul yang kurang rapi, dinding tanggul yang tidak rata dan tekstur tanah tanggulnya kurang padat. Selain itu, di lokasi kolam limbah PT.BBS turut didapati adanya kebocoran pipa transfer dari kolam satu ke kolam dua malah dibocorkan ke kolam 12.

“ Setelah kami turun ke lapangan ternyata benar bahwa ada indikasi dari pihak perusahaan sengaja melakukan kelalaian sehingga limbah tersebut bisa mengalir ke Sungai melintang,” kata Usman Halik kepada Jambipers.com saat di hubungi via whatsapp Jumat (22/01/2021).

Menurut Usman, temuan-temuan di kolam Limbah PT.BBS seperti tanggul yang kurang rapi, dinding tanggul yang tidak rata, tekstur tanah tanggulnya kurang padat, dan adanya pipa pendistribusian penyaluran dari kolam satu yang dibocorkan ke kolam 12 merupakan bagian dari unsur kesengajaan.

“ Ada indikasi pengaliran dari limbah tersebut ke sungai. Buktinya kita mendapati pipa pendistribusian penyaluran dari kolam satu yang dibocorkan ke kolam 12. Jadi menurut kami itu sengaja. Ada unsur kesengajaan selama ini,” ujarnya.

Usman menjelaskan bahwa kolam 12 merupakan kolam terakhir atau kolam yang sudah aman, bersih, dan steril. Tetapi, dengan adanya pembocoran pipa pembuangan limbah dari kolam satu ke kolam 12 maka akan sangat membahayakan.

“ Seandainya ada air hujan masuk dan melimpah maka air dari kolam limbah 12 itu akan tumpah mengalir ke sungai. Itu akan membahayakan karena air itu pasti tercemar,” kata Usman Halik.

Dengan fakta-fakta temuan di kolam pengelolaan limbah PT.BBS tersebut, Komisi III DPRD Muaro Jambi bersama DLH Muaro Jambi akan merekomendasikan kepada bupati untuk mengevaluasi izin PT.BBS agar dicabut dan kegiatan perusahaan itu ditutup.

“ Tindakan kami sudah jelas, bahwa kami meminta kepada bupati untuk mengevaluasi ulang izin PT.BBS itu, karena itu sudah sangat salah kalau menurut penilaian kami. Jadi untuk sementara jangka pendeknya kami tadi minta kepada pihak PT.BBS untuk memperbaiki semua kolam-kolam penampungan limbah mereka itu,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi ini.

Penulis: Raden Hasan Efendi