Lapangan Aksodano Milik Pemkab Muaro Jambi ‘Bermasalah’

oleh -265 views
Para ahli waris Amin Bin Atuk kompak melakukan penguasaan atas lapangan aksodano.
Para ahli waris Amin Bin Atuk kompak melakukan penguasaan atas lapangan aksodano.

Jambipers.com, Muaro Jambi – Hak kepemilikan Pemkab Muaro Jambi atas Lapangan Aksodano disoal ahli waris Amin Bin Atuk. Para ahli waris Amin Bin Atuk kompak melakukan penguasaan atas lapangan yang berada di Kelurahan Sengeti itu dengan cara menanami bibit kelapa sawit.

Aksi penguasaan Lapangan Aksodano itu dilakukan para cucu Amin Bin Atuk pada Jumat (26/6/2020) pagi. Para ahli waris Amin datang beramai-ramai ke lapangan lalu mereka menanami lapangan itu dengan bibit sawit dan melepaskan ternak sapi di sana.

Tidak sampai di situ, para ahli waris Amin ini turut memasang papan nama  yang bertuliskan ‘ Untuk Sementara Tanah Ini Dikuasai Ahli Waris’.

Hidayat, salah satu cucu dari Amit bin Atuk yang turut serta dalam aksi tersebut mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan milik sah kakeknya. Selaku ahli waris, pihaknya sudah melakukan tindakan persuasif dengan menyurati pemerintah agar persoalan ini diselesaikan. Namun, upaya tersebut tidak mendapat solusi dari Pemkab Muaro Jambi.

” Kita sudah surati kelurahan, namun tidak ada tanggapan,” kata Hidayat, Jumat (26/6/2020).

Hidayat mengatakan, lapangan tersebut mutlak milik kakeknya. Namun, kepemilikan lahan itu dimanfaatkan Pemkab Muaro Jambi pada momen pemekaran Kabupaten Muaro Jambi dari Kabupaten Batanghari.

” Pendataan asetnya salah dan tidak sinkron. Ini tidak ada hibahnya (dari pihak ahli waris),” ujar Hidayat.

Hidayat dengan tegas menyatakan bahwa pihak keluarga tidak pernah memberikan hibah ke Pemda Muaro Jambi atas Lapangan Aksodano. Tetapi, pada momen pemekaran kabupaten malah dimanfaatkan Pemkab Muaro Jambi untuk membuat sertifikat atas tanah tersebut.

” Itu salah. seharusnya pihak  Pemda Muaro Jambi ketemu dengan pihak ahli waris karna mutlak lapangan ini dipinjam oleh pemuda Kelurahan Sengeti yang saat itu sengeti adalah desa belum menjadi kelurahan,” kata Hidayat.

Hidayat menyampaikan, pada tahun 1972 surat tanah atas lapangan Aksodano tersebut masih berbentuk segel lama. Segel tersebut sudah diserahkan kepada Bupati terdahulu yakni almarhum Ahmad Ripin yang saat itu masih menjabat sebagai lurah untuk pengajuan dibuatkan sertipikat. Namun, belum selesai sertipikatnya, beliau keburu meninggal.

” Saya sendiri yang mengantarkannyo ke rumah Almarhum dengan bapak saya dengan janji sertifikat akan keluar. Ini semuanya punya kakek sayo, waktu itu bapak saya masih hidup dan saudara-saudara bapak saya juga masih ada,” sebut Hidayat.

Melalui aksi penguasaan ini, Hidayat berharap Pemda Muaro Jambi bersedia bertemu dengan para ahli waris untuk mencari titik temu dan solusi terbaik atas sengketa kepemilikan Lapangan Aksodano tersebut.

” Kami tidak mau ribut-ributlah. Kami cuma menuntut hak kami dan semoga ini bisa didengar oleh pemerintah,” kata Hidayat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *