Masa Transisi, Gubernur Sumut Belum Izinkan Siswa Masuk Sekolah

oleh -200 views
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memimpin rapat petunjuk strategis pasca status tanggap darurat
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memimpin rapat petunjuk strategis pasca status tanggap darurat

Jambipers.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi belum mengizinkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Pemprov Sumut masih harus mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

” Saya belum izinkan untuk anak-anak kembali ke sekolah,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memimpin rapat Petunjuk Strategis GTPP Covid-19 pasca status tanggap darurat dengan Forkopimda Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman No 41 Medan, Jumat (29/5/2020).

Edy Rahmayadi mengatakan, sebelum memberikan izin kegiatan belajar mengajar, perlu dipersiapkan beberapa langkah guna mengantipasi penyebaran Covid-19.  Beberapa persiapan itu seperti melakukan rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah.

“ Langkah persiapan lainnya berupa sterilisasi secara periodik terhadap ruang kelas dan ruang guru, pengaturan jam belajar mengajar, pengaturan tempat duduk siswa, pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas, termasuk pembatasan kegiatan ekstrakurikuler,” kata Edy Rahmayadi.

Situasi di Sumatera Utara saat ini memasuki masa transisi. Status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 di Sumut secara resmi telah berakhir 29 Mei 2020. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kini sedang mempersiapkan kemungkinan pelaksanaan skenario normal baru atau new normal yang bakal diterapkan pemerintah pusat.

” Setelah ini saya tidak perlu mengeluarkan Surat Edaran lagi. Status tanggap darurat berakhir hari ini, selanjutnya kita masuk masa transisi, untuk menentukan apakah kita akan menerapkan new normal, disorder dan survival. Prosesnya bisa seminggu, bisa juga dua minggu, selama itu kita akan menerima masukan dari berbagai pihak, tapi bukan berarti warga bisa dengan bebas keluyuran keluar rumah,” ujar Edy Rahmayadi.

Menurut Edy Rahmayadi, new normal yang nantinya akan diterapkan di Sumut harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing yang ada di Sumut. Program new normal yang telah ditetapkan pemerintah pusat tidak boleh ditolak, tapi untuk menerapkannya harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan karakteristik di daerah masing masing.

“ Jangan karena ingin cepat, disamakan semua langkah-langkah yang akan diterapkan,” ujar Edy.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar yang turut dalam rapat ini menyampaikan rasa optimis bahwa Sumut akan mampu menjalankan New Normal. Apalagi dalam pelaksanaan Takbiran dan Solat Id, rakyat Sumut sangat patuh dengan imbauan pemerintah.

“ Secara pribadi saya sampaikan apresiasi kepada bupati dan wali kota yang juga mengindahkan anjuran untuk tidak takbiran di jalanan. Untuk itu saya optimis new normal bisa kita jalankan di Sumut,” ujarnya.

Menurut Martuani Sormin, saat ini yang terpenting adalah melakukan edukasi ke masyarakat terkait hal apa saja yang harus dilakukan saat menjalani new normal. ” Kita bentuk tim, bagaimana nanti new normal bisa kita terapkan. Misalkan di sekolah, tidak mungkin menambah ruangan, Untuk itu, kita perlu melakukan pengaturan jam belajarnya, kemudian saat keluar rumah harus wajib menggunakan masker, masyarakat harus lebih diedukasi,” katanya.

New normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Skenario ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.(red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *